<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PasirPantai.com &#187; PasirPantai.com</title>
	<atom:link href="http://www.pasirpantai.com/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pasirpantai.com</link>
	<description>Tempat Berbagi Informasi Pantai di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 02:37:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Indahnya Pantai Mutun Plus Bonus Pulau Tangkil Lampung</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/indahnya-pantai-mutun-plus-bonus-pulau-tangkil-lampung/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/indahnya-pantai-mutun-plus-bonus-pulau-tangkil-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 02:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[lampung]]></category>
		<category><![CDATA[mutun]]></category>
		<category><![CDATA[pantai lampung]]></category>
		<category><![CDATA[tangkil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Selain pantai pasir putih dan kalianda, lampung memiliki pantai lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, Pantai mutun misalnya. Pantai yang berjarak sekitar 20-30 menit perjalanan dari kota Bandar lampung ini menawarkan keindahan pasirnya yang putih, berbeda dengan sebagian pantai di pulau jawa yang berpasir hitam. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan hijaunya pepohonan, sawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selain pantai pasir putih dan kalianda, lampung memiliki pantai lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, <strong>Pantai mutun</strong> misalnya. Pantai yang berjarak sekitar 20-30 menit perjalanan dari kota Bandar lampung ini menawarkan keindahan pasirnya yang putih, berbeda dengan sebagian pantai di pulau jawa yang berpasir hitam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan hijaunya pepohonan, sawah dan pegunungan yang saying untuk dilewatkan. Tapi  Sayang sekali, saat memasuki memasuki jalan setapak setelah kita mendapati plang sederhana bertuliskan “Pantai Mutun”, kita akan melewati jalan berbatu dan berdebu selama 5 – 10 menit.<strong></strong></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-157" title="pantai-mutun-1" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-1.jpg" alt="pantai mutun 1" width="500" height="332" /></a></strong></h3>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Suasana dan Keindahan Pantai Mutun</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya pantai pada umumnya, pulau mutun menawarkan suasana laut dan wisata air. Meskipun tidak terlalu wah, tapi anda bisa menikmati air disini, dengan berenang atau sekedar berjalan menyusuri pantai.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi anda yang tidak bisa berenang, bisa menkmati air laut yang tenang dengan menyewa ban renang atau bermain kano. Hanya dengan biaya sewa sekitar Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000 saja per kano, kita bisa menikmati olahraga ini selama satu jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Harga tiket masuk (HTM) pantai mutun tidak begitu mahal, hanya Rp. 2500 per oeang atau Rp. 5000 per mobil.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai landai yang terbentang menghadap selat sunda ini juga pernah merasakan terjangan Tsunami dalam ledakan Krakatau pada tahun 1883 silam. Hal itu tidak mengurangi keindahan pantai yang terkombinasi dari laut dan hutan di sepanjang pantai mutun.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-158" title="pantai-mutun-2" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-2.jpg" alt="pantai mutun 2" width="400" height="529" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Daya Tarik Pulau Tangkil</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya yang menjadi daya tarik dari pantai ini adalah pulau kecil yang terletak tidak jauh dari pantai mutun. <strong>Pulau Tangkil</strong> yang mungil itu menawarkan pesona keindahan yang masih terjaga keaslianya. Dengan pantainya yang inda dan airnya yang jernih. Untuk menuju ke pulau ini anda bisa menyewa jasa perahu untuk menyebrang. Dengan biaya sekitar 5000 rupiah anda sudah bisa sampai di pulau tangkil.  Jangan khawatir tidak bisa kembali pulang, anda bisa minta perahu yang mengantarkan anda untuk menjemput kembali saat anda ingin pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya lebih bersih, tapi pulau ini juga lebih sepi pengunjung dibandingkan pantai mutun. Anda bisa menghabiskan waktu untuk berenang atau sekedar berjalan mengelilingi pantai di pulau kecil ini dengan santai dan nyaman. Namun anda harus berhati-hati, karena banyak terdapat bulu babi di beberapa tempat tertentu di sekitar pantai pulau tangkil ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-159" title="pantai-mutun-3" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-3.jpg" alt="pantai mutun lampung" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jika merasa lelah, anda tidak perlu reput untuk menyebrang kembali ke pulau mutun, karena di pantai kecil ini sudah tersedia gubuk-gubuk yang bisa disewa untuk beristirahat. Tidak hanya itu dibagian tengah pulau juga terdapat area untuk  melakuka games outbond.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sarankan bagi anda yang ingin berkunjung ke pantai mutun atau pulau tangkil untuk datang lebih awal, karena terbatasnya jumlah fasilitas disini, sangat mungkin bagi anda untuk tidak kebagian tempat istirahat atau pondok-pondok yang disewakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sekitar pulau mutun juga terdapat penginapan yang relative murah, yakni sekitar 150 ribu rupiah per malam. Jadi jangan takut jika anda terlena menukmati suasana di pantai mutun sehingga kemalaman untuk pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat menikmati perjalanan anda di <span style="text-decoration: underline;">pantai mutun</span>, jangan lupa bagi anda yang berasal dari luar daerah smpatkan untuk membeli oleh-oleh khas lampung, berupa kerajinan dari kulit kerang atau keripik pisang yange merupakan makanan khas daerah setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">image from: flickr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/indahnya-pantai-mutun-plus-bonus-pulau-tangkil-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesona Baru Pantai Siung</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/jawa/pesona-baru-pantai-siung/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/jawa/pesona-baru-pantai-siung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 07:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[pantai jawa]]></category>
		<category><![CDATA[pantai jogja]]></category>
		<category><![CDATA[siung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Terletak di dusun Wates, desa Purwodadi, kecamatan tepus, kabupaten Kidul yang berjarak sekitar 70 km dari Yogyakarta, Pantai Siung berada di cekungan yang panjangnya hanya sekitar 300-400 m. hal inilah yang menjadi kesitimewaan tersendiri bagi pantai siung. Pantai pendek yang dikelilingi oleh karang-karang besar yang lebat dengan vegetasi dan lumut hijau menjadi pemandangan khas pantai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terletak di dusun Wates, desa Purwodadi, kecamatan tepus, kabupaten Kidul yang berjarak sekitar 70 km dari Yogyakarta, <strong>Pantai Siung</strong> berada di cekungan yang panjangnya hanya sekitar 300-400 m. hal inilah yang menjadi kesitimewaan tersendiri bagi pantai siung. Pantai pendek yang dikelilingi oleh karang-karang besar yang lebat dengan vegetasi dan lumut hijau menjadi pemandangan khas pantai ini.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Surga di Pantai Siung</h3>
<p style="text-align: justify;">Dengan kekhasan topografinya yang berkarang dan penuh dengan bebatuan dilengkapi  ombak yang besar wajarlah jika pemerintah setempat memasang tanda larangan untuk berenang, tidak hanya itu posisinya yang langsung menghadap ke samudera Hindia juga menjadi alasan penting larangan berenang di kawasan pantai siung ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun meskipun bukan pantai yang ideal untuk berenang, pantai suing yang akrab dengan karang dan bebatuan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta panjat tebing (climbing). Tidak hanya sebagai tempat pelarian dari kesibukan sehari-hari, tapi juga sebagai surga bagi anda pecinta olahraga panjat tebing atau climbing. Karena di sekitar pantai siung in anda dapat menyaksikan ratusan jalur pemanjatan dengan grade (tingkat kesulitan) dan karakteristik yang bervariasi. Dengan kekayaan jalur climbing yang mencapai sekitar 250 jalur itulah pantai siung lebih dikenal dengan sebutan “the best rock climbing site in Yogyakarta” . Waktu yang tepat untuk memanjat tebing adalah sore hari, karena pada saat itulah anda bisa menikmati suguhan alam berupa perubahan warna lagit di pantai siung dari ketinggian tebing.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-149" title="pantai-siung" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-siung.jpg" alt="pantai-siung" width="488" height="327" /></p>
<p style="text-align: justify;">Cukup menarik bukan? Memang olah raga ini dibutuhkan stamina dan mental yang besar, tapi jika anda beruntung anda akan bertemu dengan rombongan pemanjat yang sedang beraktivitas di sini. Jangan ragu untuk menyapa, mereka suka berbagi ilmu, dan siapa tahu anda ditawari untuk belajar climbing gratis.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya pantai siung tidak terlalu terkenal, bahkan terkesan kumuh dan sepi, namun sejak dibukanya areal ini sebagai kawasan pemanjatan pada tahun 2000 lalu, satu persatu wisatawan mulai berkunjung. Dan perkembangan pesat terjadi ketika pemerintah DIY meresmikan kawaan ini sebagai kawasan minat khusus panjat tebing pada September 2005 silam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai siung menjadi semakin terkenal dengan digunakannya areal ini sebagai lokasi Asean Climbing Gathering pada 2005 yang diikuti oleh 250 pemanjat dari 6 negara yaitu singapura, jerman, perancis, filiphina, Malaysia, dan Indonesia sendiri sebagai tuan rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu tidak heran jika sebagian besar pengunjung pantai siung adalah komunitas MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) dari berbagai perguruan tinggi dan FPTI (Forum Pemanjat Tebing Indonesia). Terlebih lagi jika musim liburan tiba atau akhir pekan.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Pesona Pantai Siung</h3>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya pesona tebing yang menjadikanya sebagai surga bagi pecinta climbing, tapi panorama yang elok nan eksotis juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pehobi potografi. Karena anda tidaka kan kecewa dengan suguhan pasir putihnya dan bentangan karang raksasa di sebelah barat dan timur pantai yang bisa anda jadikan objek lensa anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi anda yang tidak begitu mahir atau hobi potografi anda bisa menikmati suguhan lain dari pantai berpasir putih ini. Anda bisa menghabiskan waktu bersama keluarga atau pasangan anda meski hanya dengan memancing, bermain ombak atau berpoto-poto ria untuk mengabadikan momen anda. Tidak usah takut kehabisan lapak, pantai ini cukup luas dan hampir semua tempat dikelilingi olah lukisan alam yang khas.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bila anda ingin sedikit berolahraga, anda bisa mengikuti jalan setapak di sisi kiri pantai hingga mencapai puncak tebing. Tidak begitu lama, cukup dengan 10-15 menit anda sudah sampai di puncak tebing, keringat anda terbayar di sini, karena dari sini anda bisa menyaksikan keseluruhan pantai dan karang-karang besar dari sisi kiri dan kanan. Pantai wediobomo yang berada di sebelah timur pantai Siung juga akn terlihat jelas dari sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Suguhan lain dari pantai ini adalah, pada saat malam tiba dimana suasana pantai sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akang turun dari tebing menuju pantai. Seperti yang kita ketahui bahwa kera ekor panjan kian jarang ditemui saat ini, namun di sini anda bisa menyaksikanya dengan leluasa, munkin hal itu juga yang menjadi alasan mengapa batu karang yang menjadi dasar penamaan dipadankan bentuknya dengan gigi kera, bukan jenis hewan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan satu lagi yang pastinya tidak bisa dilewatkan yaitu kuliner khas jogja dengan harga yang tidak menguras kantong.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Akses dan Akomodasi ke Pantai Siung</h3>
<p style="text-align: justify;">Untuk menikmati suguhan yang luar biasa tersebut anda memang harus menyiapkan stamina yang cukup. Diperlukan waktu 1-1,5 jam perjalanan menuju wonosari dari Yogyakarta menggunakan kendaraan pribadi. Dan perjalanan anda masih harus dilanjutkan sekitar 1 jam kearah pantai baron hingga persimpangan menuju lokasi pantai siung. Tidak hanya staminasaja, anda juga harus berhati-hati terhadap jalur perjalanan yang berliku dan menanjak.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi anda yang memilih kendaraan umum, anda harus siap repot, karena akses kendaraan umum masih sangat terbatas. Anda harus naik bus ke terminal wonosari, kemudian dilanjutkan dengan minibus arah tepus atau jepitu. Tibalah anda dipemberhenyian terakhir, dan perjalanan anda dilanjutkan dengan menyewa ojek hingga ke lokasi wisata.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan anda tidak akan membosankan meski harus melewati jalanan aspal yang berliku dan menanjak, karena anda akan ditemani gundukan bukit-bukit kapur dan pepohonan jati yang menyegarkan mata di sepanjang perjalanan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiket masuk pantai sangat terjangkau, hanya dengan 3000 rupiah saja anda bisa menikmati surga alam ini. Tapi anda perlu budget lebih sebesar 2000 rupiah untuk parkir jika membawa motor.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingat lokasinya yang jauh dari pusat kota, wajar saja jika pantai ini minim fasilitas. Namun jangan takut fasilitas standar seperti toilet umum, parkir yang luas dan penjual makanan tidak sulit untuk anda temui di sini. Hanya saja bagi anda yang terbiasa dengan kenyamanan hotel, maaf sekali jika anda harus merasa kecewa karena di sini tidak akan anda temukan hotel untuk menginap, tapi jangan khawatir, anda bisa menginap di rumah pondok pemanjat yang tidak jauh dari lokasi wisata. Pondok yang bentuknya seperti rumah panggung ini berkapasitas 12-15 orang. Dan biasanya digunakan para pemanjat tebing untuk bermalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda ingin merasakan suasana alam yang menyenangkan, ada bisa membawa perlengkapan kemah dan berkemah di camping ground yang berada tepat di balik tebing-tebing karang. Akan lebih terasa jika anda kemari bersama rombongan, anda bisa menghabiskan malam di camping ground dengan bermain gitar atau bercanda dan bersenda gurau melupakan rutinitas sehari-hari bersama rombongan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tunggu apalagi? Wisata alam yang penuh tantangan satu ini patut di jelajahi. Kelelahan dan kegalauan di perjalanan anda akan terbayar lunas ketika anda menikmati semua suguhan yang sangat mempesona dari <strong>Pantai Siung</strong> ini. Happy Traveling.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/jawa/pesona-baru-pantai-siung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andai Pulau Rote ada di Dekat Bali</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/balintb/nusa-tenggara/andai-pulau-rote-ada-di-dekat-bali/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/balintb/nusa-tenggara/andai-pulau-rote-ada-di-dekat-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 12:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nusa Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[pulau rote]]></category>
		<category><![CDATA[pulau rote indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[rote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Kapal feri cepat lepas jangkar dari Pelabuhan Tenau Kupang pukul 09.00 Wita. Namun baru sekitar 45 menit berlayar, di sekitar perairan Pulau Semau, kapal diguncang pusaran arus kuat yang berputar-putar seperti puting beliung. Pusaran itu terjadi karena pertemuan arus laut Samudera Hindia, Laut Timor dan Laut Sawu. Itulah arus Pukuafu, arus laut yang sudah menelan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantai di pulau rote" src="http://i380.photobucket.com/albums/oo250/arifbolang/rote2.jpg" alt="pantai pulau rote" width="438" height="280" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kapal feri cepat lepas jangkar dari Pelabuhan Tenau Kupang pukul 09.00 Wita. Namun baru sekitar 45 menit berlayar, di sekitar perairan Pulau Semau, kapal diguncang pusaran arus kuat yang berputar-putar seperti puting beliung.</p>
<p style="text-align: justify;">Pusaran itu terjadi karena pertemuan arus laut Samudera Hindia, Laut Timor dan Laut Sawu. Itulah arus Pukuafu, arus laut yang sudah menelan banyak korban jiwa dan harta benda. Tiga tahun silam, sebuah kapal feri dihempas Pukuafu, ratusan penumpang dan muatannya tumpah ke dasar laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun Pukuafu sering membuat penumpang kapal feri menahan napas, bagi mereka yang suka berpetualang, diguncang pusaran arus laut menjadi tantangan nan mengasyikan. Apalagi setelah lepas guncangan pusaran Pukuafu, mereka segera disuguhi pesona pantai Pulau Semau yang teramat elok. Pantai Semau merupakan pantai berkarang terjal di bagian utara dan selatan. Terdapat pula atol, pulau karang yang berlatar hutan bakau yang menghijau di bagian timur Rote.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelayaran lebih santai ketika menyusuri Pantai Baru di mana terdapat pelabuhan penyeberangan, namun kapal feri cepat tidak berlabuh di Pantai Baru. Setelah satu setengah jam berlayar menembus arus Pukuafu yang ganas, lalu menyusuri pulau-pulau indah di wilayah paling selatan Indonesia itu, kapal feri akan merapat di Dermaga Ba’a, ibukota Kabupaten Rote Ndao.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="sunset di pulau rote" src="http://i916.photobucket.com/albums/ad7/viryacarvalho/Gambar%20Buat%20Blog/rote-010a.jpg" alt="" width="450" height="400" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang pantai Ba’a, hutan bakau terbentang bagaikan sabuk hijau yang memanjang, menutupi pulau bertanah kapur itu. Di bagian tertentu, sabuk hijau itu berselang-seling dengan pantai berpasir putih dan bukit-bukit kecil menyerupai pulau mini yang menjorok ke laut. Atol-atol berserakan di sana-sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Atol-atol itu, seperti nyaris terputus dihantam gelombang. Hantaman ombak membuat atol-atol menjadi seperti payung, tampak cantik, apalagi ketika ombak-ombak itu membentuk buih putih di sekitarnya. Di bagian kiri Dermaga Ba’a, ada pantai yang mendangkal karena proses sedimentasi yang terjadi selama ratusan tahun. Pantai itu ditumbuhi anakan bakau.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara di bagian kanan, tampak Kota Ba’a dengan kawasan pertokoan yang membelakangi laut. Nun jauh di sana  tampak Batu Termanu, pantai sekaligus bukit kecil yang membentuk tanjung yang kabarnya menyimpan misteri tentang kekuatan Pulau Rote.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Batu Termanu Pulau Rote terlihat sangat memesona. Di sisi kiri bukit Termanu dengan pantai berpasir coklat, ada penginapan cukup mewah. Dari sisi ini, pelancong bisa menyaksikan matahari tenggelam utuh tanpa penghalang hingga ke kaki langit barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustinus Medah, yang juga putra Rote itu, amat suka menyaksikan &#8220;sun set&#8221; dari tempat ini. Ia yang berkunjung bersama rombongan yang mengunjungi Rote pekan lalu, selalu menyempatkan diri menyaksikan pesona mentari tenggelam dari Batu Termanu, setiap kali singgah di Rote.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kuta-nya Rote </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selain Dalam Batu Terman, di tepian Rote Ndao juga ada pantai tersohor hingga ke mancanegara; Nembrala. Nembrala disebut-sebut sebagai Kuta-nya Pulau Rote, yang memiliki hamparan pasir putih sejauh mata memandang, ke timur maupun ke barat, bahkan di perkampungan yang ditumbuhi nyiur, pasir putih terus menghampar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengunjung pasti akan dibuat berdecak kagum.  Sepanjang pantai kini juga telah terbangun hotel dan restoran, yang kebanyakan di didatangi wisatawan mancanegara dan hanya sedikit wisatawan domestik.</p>
<p style="text-align: justify;">Rombongan DPRD NTT juga singgah di pasir putih di Nembrala itu. Mereka menyaksikan sejumlah turis asing yang tengah asyik berselancar. Tak jauh dari pantai sebuah kapal pesiar tengah lego jangkar dan para awaknya menikmati keindahan ombak yang bergulung-gulung.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin ke timur, pesona pantai semakin menggoda. Bo’a namanya, pantai tempat para peselancar dunia biasa mengikuti lomba tingkat internasional.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantai pulau rote" src="http://i380.photobucket.com/albums/oo250/arifbolang/rote2.jpg" alt="pantai pulau rote" width="438" height="280" /></p>
<p style="text-align: justify;">Hanya sekitar dua tiga mil dari Pantai Bo’a, tampak Pulau Ndana, pulau yang semuanya berpasir tetapi hijau, tempat di mana satu peleton pasukan Marinir TNI Angkatan Laut mengawal bangsa dari arah selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain pasir putih yang menggoda, di Pantai Bo’a juga ada atol. Di bukit inipun sudah ada orang &#8220;bule&#8221; membangun penginapan di tengah hutan dan jika tertarik, bisa menyeberang ke Pulau Ndana, di sana ada banyak rusa Timor yang dilindungi, sekaligus menjadi markas TNI AL mengawal bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengunjung juga bisa melanjutkan petualangan ke Oeseli, yang jaraknya hanya sekitar tiga kilometer dari Bo’a. Di sepanjang jalan menuju Oeseli itu, dijumpai banyak bukit karang yang ditumbuhi pohon kerdil, sehingga tampak seperti taman bonsai, hingga akhirnya menjumpai pantai Oeseli yang memiliki sebuah gerbang besar dari bukit batu cadas.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukit batu cadas itu, membentuk sebuah gerbang besar untuk mengintip wilayah selatan. Di seberang selatan Oeseli tampak Pulau Ndana yang segar menghijau. Pulau Ndana, adalah pulau paling selatan Indonesia, jaraknya hanya 70 mil dari gugusan Pulau Pasir, teritori Australia.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Oeseli, hutan batu karang yang berjejer di sepanjang pantai, kabarnya menjadi tempat kaum muda Rote menghabiskan akhir pekan atau mengisi masa liburan. &#8220;Di Rote banyak sekali tempat indah, sayang tempat-tempat ini jauh dari Bali,&#8221; kata anggota DPRD NTT dari Rote, Somy Pandie.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan indah, tak hanya di Ba’a, Batu Termanu, Nembrala, Pantai Bo’a dan Oeseli, tetapi masih banyak tempat lain, baik di pantai selatan maupun utara.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang warga Kota Kupang, Stef Taluta, menyatakan pantai indah itu adalah anugerah terpendam di pulau Rote. Jika Rote ini letaknya di dekat Bali, pasti turis asing akan saling berebut.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: Kompas.com</p>
<p style="text-align: justify;">foto foto: <a href="http://s522.photobucket.com/albums/w345/pumabee/" target="_self">pumabee</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/balintb/nusa-tenggara/andai-pulau-rote-ada-di-dekat-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Senggigi Lombok</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/balintb/lombok/pantai-senggigi-lombok/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/balintb/lombok/pantai-senggigi-lombok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 04:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi pantai senggigi]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pantai senggigi]]></category>
		<category><![CDATA[pantai senggigi di lombok]]></category>
		<category><![CDATA[pantai senggigi lombok]]></category>
		<category><![CDATA[pantai sengigi]]></category>
		<category><![CDATA[pantai sengigi lombok]]></category>
		<category><![CDATA[pantai-pantai di lombok]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[senggigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda pernah membayangkan tubuh Anda terbaring di pinggir pantai indonesia, di atas pasir putih yang indah, ditaburi pemandangan alam yang serba eksotis, serta dihujani cahaya mentari yang menghangatkan tubuh, maka tak salah jika Anda menyempatkan diri berekreasi dan ber wisata Pantai ke Senggigi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai yang terletak 12 kilometer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/senggigi-sail-beach.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-93" style="border: 1px solid black;" title="senggigi sail beach" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/senggigi-sail-beach-150x150.jpg" alt="senggigi sail beach" width="150" height="150" /></a>Jika Anda pernah membayangkan tubuh Anda terbaring di pinggir pantai indonesia, di atas pasir putih yang indah, ditaburi pemandangan alam yang serba eksotis, serta dihujani cahaya mentari yang menghangatkan tubuh, maka tak salah jika Anda menyempatkan diri berekreasi dan ber wisata Pantai ke Senggigi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai yang terletak 12 kilometer di sebelah barat laut Kota Mataram ini memang merupakan obyek wisata yang terkenal dengan keindahan dan kealamian pantainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat sering menyejajarkan keindahan pantai ini dengan pantai-pantai ternama di Pulau Bali, seperti Kuta, Legian, dan Sanur. Bahkan, keindahan Pantai Senggigi sering dilukiskan melebihi pantai-pantai tersebut, karena kondisinya yang jauh lebih nyaman dan tenang. Mungkin hal ini terkait dengan belum maraknya kedatangan turis mancanegara di pantai ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai kawasan wisata pantai andalan Propinsi Nusa Tenggara Barat, Senggigi masih relatif alami dan terjaga kebersihannya. Pantainya yang masih asri, debur ombaknya yang tak terlalu besar, dan keindahan pemandangan bawah lautnya, semakin menegaskan bahwa pantai yang membentang sekitar 10 kilometer ini merupakan tempat idaman bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk melupakan sejenak rutinitas keseharian dan suasana hiruk-pikuk kota.</p>
<p>Pantai Senggigi kini mulai dilirik oleh para wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, karena daerahnya yang relatif perawan dan juga informasi yang telah meluas mengenai keberadaannya. Dengan bertambahnya minat dan antusiasme wisatawan ke Pantai Senggigi, pemerintah daerah setempat dan perusahaan sewasta makin giat membangun dan membenahi segala prasarana, agar para wisatawan makin tertarik untuk mengunjungi pantai ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/pantai-senggigi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-94" style="border: 1px solid black;" title="pantai senggigi" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/pantai-senggigi.jpg" alt="pantai senggigi" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keistimewaan</strong><br />
Mengunjungi Senggigi di Pulau Lombok mungkin perlu dijadikan agenda wisata tersendiri bagi wisatawan yang menyukai keindahan dan kesejukan alam. Bayangkan saja, saat memasuki kawasan pantai, wisatawan dengan segera akan tersapu-lembut oleh semilir angin yang berhembus di sepanjang gugusan pantai di Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat ini. Suasana segar, nyaman, dan indah seolah menyapa wisatawan di awal kunjungannya. Saat telah berada di pinggir pantai, mata para wisatawan akan disuguhi oleh eksotisme pantai berlatar pesona ombak yang saling berkejaran, pasir putih yang menghampar, dan ribuan binatang kecil yang menyebar di hamparan pasirnya, serta lanskap Gunung Agung di pulau seberangnya (Pulau Bali).</p>
<p style="text-align: justify;">Senggigi memang menawarkan pesona pantai yang khas. Suasana alami yang belum banyak dijejali oleh turis asing, seolah menjadi penanda beda pantai ini dengan pantai-pantai di Bali. Ini tentu memberi nuansa tersendiri bagi para pengunjung. Tak aneh, pantai ini kini dijadikan tujuan alternatif baru para wisatawan yang merindukan suasana kesenyapan alami yang menentramkan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/pantai-sengigigi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-95" style="border: 1px solid black;" title="pantai sengigigi" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/pantai-sengigigi.jpg" alt="pantai sengigigi" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan pengunjung di pantai ini, seperti berenang, bermain air, menyelam, snorkeling, berjemur, dan bermain–main membuat istana pasir. Jika mentari sore telah mulai meredup, wisatawan dapat juga meluangkan waktunya untuk sekedar berjalan santai dengan bertelanjang kaki menelusuri pinggir pantai, duduk di hamparan pasir dengan mangamati biru-hijau air laut, atau bersantai di gerai hotel pinggir pantai sembari menunggu sunset tiba. Bagi pengunjung yang ingin berenang atau sekedar bermain air, disarankan untuk lebih berhati-hati, karena di pinggir pantai banyak terdapat karang-karang runcing yang cukup membahayakan kaki.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Senggigi, sempatkanlah mengamati Pura Batu Bolong. Saat berjalan menyusuri pinggir Pantai Senggigi, kurang lebih sekitar setengah jam, wisatawan akan menemukan sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di pinggir pantai. Pura inilah yang oleh masyarakat sekitar diberi nama Pura Batu Bolong. Menurut legenda setempat, dahulu kala di pura ini sering diadakan pengorbanan seorang perawan, sebagai sajian makanan untuk Ikan Hiu yang tinggal di pantai. Legenda lain mengatakan, pura ini juga merupakan tempat para wanita menerjunkan dirinya ke laut karena patah hati.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/pura-batu-bolong.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-97" style="border: 1px solid black;" title="pura batu bolong" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/pura-batu-bolong.jpg" alt="pura batu bolong" width="500" height="296" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Hal lain yang menarik untuk dilakukan adalah menyusuri Senggigi pada malam hari, khususnya saat purnama tiba. Pengunjung akan menemui banyak orang/warga sekitar yang memanfaatkan hangatnya pasir Senggigi untuk terapi kesehatan. Mereka mengubur sebagian atau seluruh tubuh sampai leher selama 2—3 jam, sembari mendengarkan deburan ombak yang memecah kesunyian. Terapi ini diyakini masyarakat sekitar dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti pegel linu hingga kelumpuhan. Jika tertarik dengan aktivitas ini, wisatawan dapat ikut bergabung dan mencobanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk urusan perut, wisatawan dapat mencoba kelezatan jenis-jenis hidangan/sajian makanan khas Lombok di restoran-restoran yang berjajar rapi di pinggir pantai. Harganya bervariasi mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 300.000 per orang (Desember 2008). Tentu, bersantap ria di pinggir pantai diterangi semburat cahaya bulan dan dihibur oleh orkestra debur ombak pantai sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja. Yang tak kalah menarik, wisatawan jangan sampai lupa untuk mencicipi sajian makanan khas Lombok yakni Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung. Hampir tiap restoran di Pantai Senggigi, atau di Lombok secara umum, menyediakan sajian masakan ini. Sambil menyantap Ayam Taliwang atau Plecing Kangkung, wisatawan akan dihibur dengan kesenian khas Lombok, berupa musik dan tari. Bahkan jika tak keberatan, pengunjung juga boleh ikut menari bersama dalam nuansa kegembiraan dan kekeluargaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, untuk oleh-oleh, wisatawan juga jangan lupa membeli mutiara dan kain tenun dengan berbagai motif dan warna. Mutiara yang telah dirangkai menjadi perhiasan yang indah dan menawan mata ini banyak ditemui di kios-kios pinggir pantai. Namun, jika berkeinginan untuk merangkai sendiri mutiara-mutiara ini, wisatawan bisa membeli butiran mutiara polos. Mutiara polos ini biasanya dijajakan dalam bentuk kalung yang terdiri dari banyak mutiara. Mutiara-mutiara tersebut dapat disusun sendiri sesuai bentuk perhiasan yang diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas menikmati keindahan alam Pantai Senggigi, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan wisatanya menuju tempat-tempat wisata yang tak jauh dari lokasi pantai, antara lain, tiga Gili (pulau kecil): yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, Pantai Kerandangan, dan Pantai Batu Layar. Batu Layar adalah tempat suci bagi para penganut Islam Wetu Telu di Pulau Lombok (suku Sasak).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/senggigi-lombok-night.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-100" style="border: 1px solid black;" title="senggigi lombok night" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/senggigi-lombok-night.jpg" alt="senggigi lombok night" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lokasi</strong><br />
Pantai Senggigi terletak di sebelah barat laut Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akses</strong><br />
Menuju kawasan Pantai Senggigi cukup mudah, karena telah ada pelabuhan dan bandara di Pulau Lombok. Apabila bertolak dari Pulau Bali, wisatawan dapat berangkat dari Pelabuhan Karang Asem menggunakan kapal feri menuju Senggigi, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan. Jarak tempuh ini bisa dipangkas apabila menggunakan pesawat terbang dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Selaparang di Mataram (Ibu Kota NTB), yang hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain dari Pelabuhan Karang Asem, wisatawan juga dapat berangkat dari Pelabuhan Padang Bay di Bali menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok. Dalam perjalanan, wisatawan akan dimanjakan dengan panorama alam yang indah dan juga munculnya ikan lumba-lumba yang saling berkejaran mengikuti kapal. Perjalanan Padang Bay—Lembar dengan kapal feri memakan waktu sekitar 4 jam. Setelah sampai di Pelabuhan Lembar, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Kota Mataram. Dari Kota Mataram, Pantai Senggigi berjarak 11 kilometer dan dapat ditempuh menggunakan taksi dan kendaraan umum lainnya.</p>
<p>Selain jalur laut, wisatawan juga dapat menuju Pantai Senggigi dengan menggunakan jalur penerbangan udara dari kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta. Dengan menggunakan pesawat terbang dari salah satu kota tersebut, wisatawan akan sampai ke Bandara Selaparang, Mataram. Dari bandara ini wisatawan dapat langsung menuju kawasan Pantai Senggigi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/senggigi-beach-lombok.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-99" style="border: 1px solid black;" title="senggigi beach lombok" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/senggigi-beach-lombok.jpg" alt="senggigi beach lombok" width="333" height="500" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akomodasi dan  Fasilitas Lainnya</strong><br />
Di sekitar Pantai Senggigi banyak terdapat penginapan yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari hotel berbintang, resor, hotel melati hingga pemondokan. Beberapa tempat menginap yang dapat dijadikan alternative adalah Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage, dan lain-lain. Selain itu, di kawasan pantai ini juga banyak dijumpai restoran, cafe, bar, pasar terbuka, deretan warung suvenir dan cenderamata, mushola, toilet umum, lahan parkir, dan lain-lain. Pantai senggigi adalah pantai indonesia yang memang layak untuk dijadikan tempat wisata pantai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber tulisan:wisatamelayu<br />
Sumber foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/ndoetz/tags/senggigi/" target="_blank">nduts photo</a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/pantai-senggigi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-94" style="border: 1px solid black;" title="pantai senggigi" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/10/pantai-senggigi.jpg" alt="pantai senggigi" width="500" height="333" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/balintb/lombok/pantai-senggigi-lombok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Belitong Tak Lengkap Tanpa Kopi</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 15:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belitong]]></category>
		<category><![CDATA[belitung]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi sosial]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi sosial masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pasir]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang mengatakan, Anda tak sah disebut pernah mengunjungi Pulau Belitung jika belum mencicipi secangkir kopi di sana. Minum kopi adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Belitung. Tak heran jika warung kopi banyak bertebaran di pulau itu. Belitung, pulau kecil penghasil timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara administratif dibagi menjadi dua, yaitu Belitung dengan ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong-kopi-akiong.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-85" title="belitong kopi akiong" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong-kopi-akiong.jpg" alt="belitong kopi akiong" width="298" height="225" /></a>Banyak orang mengatakan, Anda tak sah disebut pernah mengunjungi Pulau Belitung jika belum mencicipi secangkir kopi di sana. Minum kopi adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Belitung. Tak heran jika warung kopi banyak bertebaran di pulau itu.</p>
<p>Belitung, pulau kecil penghasil timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara administratif dibagi menjadi dua, yaitu Belitung dengan ibu kota Tanjung Pandan dan Belitung Timur dengan ibu kota Manggar.</p>
<p>Begitu lekatnya budaya minum kopi sampai-sampai Kota Manggar menjadikan warung kopi sebagai ikon baru industri pariwisata. Hari ini, Rabu (19/8), kota itu menggelar acara massal minum kopi susu sekaligus mencanangkan Manggar sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”</p>
<p>Di kota Manggar, puluhan warung kopi bisa dijumpai berjajar di sepanjang ruas jalan di kawasan pusat kota atau Pasar Manggar. Meja dan bangku tempat warga berkumpul minum kopi berjejer memenuhi pinggir jalan. Tinggal memilih warung kopi mana yang Anda suka.</p>
<p>Kedai Kopi Ake</p>
<p>Begitu pula di Tanjung Pandan, warung kopi atau kedai kopi amat mudah dijumpai. Konon kata orang, Kedai Kopi Ake di Pasar Tanjung Pandan amatlah kesohor. Ke sanalah saya mencicipi secangkir kopi saat mengunjungi Tanjung Pandang beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jangan bayangkan kedai kopi ini berupa bangunan berdesain keren ala kafe-kafe di Jakarta. Kedai kopi ini terletak di tengah bangunan ruko berdinding kusam yang sebagian catnya mengelupas. Di tengah ruko itu ada sepetak pelataran. Di situlah kedai kopi ini berdiri selama puluhan tahun.</p>
<p>Ada banyak gelas di depan warung itu. Bangunannya jauh dari bagus. Beberapa bagian dinding warung itu gompal. Sementara atapnya dari seng yang sebagian sudah berkarat berwarna coklat tua kehitaman. Di depan warung itu ada meja-meja kecil. Sebagian meja kayu sebagian lagi meja bundar dari semen. Jika ingin duduk di dalam juga ada meja panjang yang menempel di dinding.</p>
<p>Bukan sekadar minum kopi</p>
<p><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitongkopi.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-86" title="belitongkopi" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitongkopi.jpg" alt="belitongkopi" width="298" height="225" /></a>Di Belitung, seperti halnya kebudayaan pesisir di Sumatera, orang minum kopi bukan sekadar menikmati kopinya. Jauh lebih penting dari rasa secangkir kopi adalah interaksi sosial dalam momen minum kopi itu. Maka minum kopi di kedai kopi akan kehilangan makna kalau kita menikmatinya sendirian. Berbeda dengan kedai kopi ala Starbucks di Jakarta di mana orang datang sendiri lalu membuka laptop.</p>
<p>Dalam tradisi Melayu pesisir, minum kopi adalah momen berbagi cerita dan informasi. Juga momen untuk diskusi. Tak heran kalau menghabiskan secangkir kopi bisa mamakan waktu berjam-jam.</p>
<p>“Kalau Anda mau tahu ada apa di Belitung hari ini, tidak perlu membeli koran. Datang saja ke kedai kopi. Semua informasi akan Anda dapatkan di sana,”jelas Kusumah, pemandu perjalanan kami dari agen perjalanan setempat.</p>
<p>Kawasan warung kopi Ake dikenal dengan sebutan Kafe Senang. Entah dari mana asal-usul itu. Dari dulu sudah disebut demikian. Warung kopi Ake sendiri sudah ada di tempat itu selama empat generasi. Warung itu kini dijaga oleh Akiong (53), anak Ake (75), yang sekarang tinggal di Jakarta. Warung kopi pertama kali didirikan oleh kakek Ake. Akiong tidak tahu tahun berapa persisnya warung kopi ini berdiri.</p>
<p>Di Belitung secangkir kopi disajikan dengan cara yang khas. Bubuk kopi tidak dituang satu-satu ke masing-masing gelas melainkan diaduk dalam sebuah gelas besar. Dari gelas besar itu kopi dituangkan ke dalam gelas dengan saringan berbentuk seperti kaus kaki. Dengan cara ini ampas kopi tidak ikut dalam gelas yang disajikan kepada pelanggan.</p>
<p>Saya pernah minum kopi di beberapa kedai kopi di Jambi, Lhokseumawe, dan Medan. Dengan kadar kekentalan yang berbeda cita rasa kopinya sama. Di warung Ake, kopi yang disajikan tidak terlalu pekat, meski warnanya hitam. Selain panas, kopi di sana juga lazim disajikan dingin dengan es atau dicampur susu kental manis.</p>
<p>sumber:kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Wisidi Kutanya Gresik</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/jawa/pantai-wisidi-kutanya-gresik/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/jawa/pantai-wisidi-kutanya-gresik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 15:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[gresik]]></category>
		<category><![CDATA[kuta]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pantai di gresik]]></category>
		<category><![CDATA[pantai gresik]]></category>
		<category><![CDATA[wisidi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Kuta Bali sudah tak diragukan lagi keindahannya dan tentunya membuat wisatawan betah di sana. Namun, kini warga Jawa Timur tidak perlu bersusah payah pergi ke Kuta jika ingin menikmati suasana indahnya pasir putih, jernihnya air laut, dan deburan ombak. Karena, itu semua bisa dinikmati di obyek Wisata Segoro Indah Dalegan (Wisidi). Wisidi tepatnya berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/pantai-wisidi.JPG"><img class="alignleft size-full wp-image-81" style="border: 1px solid black;" title="pantai wisidi" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/pantai-wisidi.JPG" alt="pantai wisidi" width="298" height="225" /></a>Pantai Kuta Bali sudah tak diragukan lagi keindahannya dan tentunya membuat wisatawan betah di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, kini warga Jawa Timur tidak perlu bersusah payah pergi ke Kuta jika ingin menikmati suasana indahnya pasir putih, jernihnya air laut, dan deburan ombak. Karena, itu semua bisa dinikmati di obyek Wisata Segoro Indah Dalegan (Wisidi).</p>
<p style="text-align: justify;">Wisidi tepatnya berada di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, yang terletak kurang lebih 40 km dari pusat kota Gresik. Obyek wisata yang berhadapan dengan Laut Jawa ini dipenuhi wisatawan dan tidak jarang pula wisatawan dari mancanegara ikut menikmati suasana deburan ombak yang ramah dengan menggunakan pelampung.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti pada hari libur nasional pelaksanaan pemilu presiden ini. Seusai menggunakan hak pilihnya, warga memadati pantai Wisidi hingga mencapai ribuan pengunjung, Rabu (8/7).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada bulan-bulan tertentu, pantai ini bisa menjadi salah satu tempat alternatif bagi peselancar. Untuk menikmati indahnya pantai hingga melihat matahari terbenam, kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Cukup membeli tiket seharga Rp 2.500. Obyek wisata yang mempunyai luas lebih kurang 2 hektar itu menjadi salah satu andalan Kota Gresik, khususnya bagi Desa Dalegan, karena mampu memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi pembangunan desa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dana yang didapat dari obyek wisata ini telah bisa digunakan untuk memberi subsidi bagi kas 41 rukun tetangga (RT), enam rukun warga (RW) setempat, pembangunan jalan dan juga pembangunan dua balai dusun,&#8221; ujar Muzarodin, Kepala Desa Dalegan.</p>
<p style="text-align: justify;">Obyek wisata pantai ini dibuka untuk umum mulai tahun 2003 dan hingga kini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pantai ini juga tak jarang digunakan untuk latihan voli pantai atlet Jatim. Ke depannya, wisata pantai ini akan diperluas sehingga bisa memberikan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar dan mampu memperkenalkan Kota Gresik di dunia internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Laporan Wartawan Surya Sugiharto<br />
Sumber: Kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/jawa/pantai-wisidi-kutanya-gresik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karimun Jawa &#8211; Berenang Bersama Hiu</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/jawa/karimun-jawa/karimun-jawa-berenang-bersama-hiu/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/jawa/karimun-jawa/karimun-jawa-berenang-bersama-hiu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 15:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karimun Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[berenang]]></category>
		<category><![CDATA[hiu karimun jawa]]></category>
		<category><![CDATA[karimun]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan karimun jawa]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[rumah apung karimun jawa]]></category>
		<category><![CDATA[wisma apung jaya karimun]]></category>
		<category><![CDATA[wisma apung karimun jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Hiu. Hmm, siapa yang tak mengenal binatang jenis mamalia yang satu ini.  Keganasannya, tak usah diragukan lagi. Giginya yang tajam tentu saja bisa dengan mudah mengoyak mangsanya seketika, tak terkecuali manusia. Maka tak heran jika hiu merupakan  binatang laut yang paling ditakuti. Nah, di Pulau Menjangan besar Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, terdapat sebuah lokasi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/karimunjawahiu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-78" style="border: 1px solid black;" title="karimun jawa image" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/karimunjawahiu.jpg" alt="karimunjawahiu" width="500" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Hiu. Hmm, siapa yang tak mengenal binatang jenis mamalia yang satu ini.  Keganasannya, tak usah diragukan lagi. Giginya yang tajam tentu saja bisa dengan mudah mengoyak mangsanya seketika, tak terkecuali manusia. Maka tak heran jika hiu merupakan  binatang laut yang paling ditakuti.</p>
<p>Nah, di Pulau Menjangan besar Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, terdapat sebuah lokasi di mana kita justru bisa bercengkrama dengan hiu-hiu putih (carcharodon carsharias) tanpa rasa khawatir.</p>
<p>&#8220;Asal jangan dipegang ekornya. Kalau dipegang, ya iso gigit. Kalau arep megang cukup ngelus kepalanya saja. Nggak gigit kok,&#8221;  ujar Karso, salah satu awak perahu yang menjadi pemandu kami saat mengunjungi salah satu rumah apung di Pulau Menjangan Besar, Taman Nasional Karimun Jawa, Jepara, Minggu (29/6) kemarin.</p>
<p>Di rumah apung yang sekaligus menjadi tempat penginapan para wisatawan inilah, puluhan ikan hiu berukuran antara 1-1,5 meter dipelihara. Oleh pemiliknya, ikan hiu ini menjadi semacam hiburan bagi wisatawan yang menginap di rumah apung tersebut. Belakangan, seiring animo wisatawan mengunjungi lokasi tersebut, pihak pengelola rumah terapung mempersilakan wisatawan yang ingin menjajal adrenalin berenang bersama kumpulan hiu.</p>
<p>Untuk biaya masuk, pihak pengelola tak menetapkan biaya tiket. &#8220;Biasanya, biaya masuk untuk satu rombongan hanya Rp 20.000,&#8221; kata Karso.</p>
<p>Murah sekali bukan?! Apalagi tarif tersebut sudah termasuk peminjaman peralatan snorkling, seperti Goggle, snorkle, dan fin.</p>
<p>Lisa, salah satu mahasiswi asal Belanda yang tengah mengikuti pertukaran pelajar di Yogyakarta, mengaku, awalnya ia ketakutan berenang di kolam hiu berukuran sekitar 9 m x 9 m tersebut.  &#8220;Awalnya saya takut, tapi ini pengalaman yang luar biasa, kenapa saya tidak coba saja,&#8221; ujarnya dalam logat bahasa Inggris.</p>
<p>Sensasi inilah, yang juga memancing saya untuk uji nyali. Awalnya memang rada deg-degan, namun setelah mengetahui bahwa pemilik memberi makan yang cukup kepada mereka dan meyakinkan saya bahwa hiu-hiu itu jinak, saya pun akhirnya nyemplung ke kolam yang berisi sekitar sembilan ikan hiu itu.</p>
<p>Terdapat dua kolam ikan hiu di rumah apung yang dibangun sejak 18 tahun lalu itu. Kolam pertama, berukuran sekitar 3m x 7m, berada persis di depan wisma yang mengarah ke laut lepas. Di kolam ini, wisatawan tak diperkenankan berenang. Mengingat, selain dihuni hiu putih tapi juga terdapat ikan barakuda yang tergolong ganas.</p>
<p>Menurut Is (53), pengelola rumah terapung tersebut, terdapat sekitar belasan ikan beragam jenis. Namun, yang cukup banyak adalah hiu putih dan barakuda dengan beragam ukuran. &#8220;Ikan hiu yang paling gede ukuran 50 kg. Semua itu anak-anaknya. Induk mereka sudah mati. Tadinya ada empat. Tiga mati, satu dibawa ke Ancol,&#8221; kata Is, yang sudah bekerja di wisma milik Pak Yakobus selama 20 tahun itu.</p>
<p>Menurut Is, ikan-ikan itu merupakan hasil tangkapan para nelayan untuk kemudian dipelihara sebagai pemikat bagi tamu yang datang ke wisma tersebut.</p>
<p>Tamu atau pengunjung yang datang di wisma, hanya diperkenankan berenang di kolam berada samping kiri wisma. Selain terdapat hiu, di kolam ini juga ada seekor kura-kura berukuran cukup besar. Is, tak mengetahui secara rinci usianya, namun kura-kura tersebut sudah ada di kawasan wisma sejak 5 tahun lalu.</p>
<p>Selain di wisma yang dikelola Is, kolam hiu juga terdapat di wisma apung Jaya karimun, milik (alm) Ismarjoko. Di wisma apung ini, terdapat beberapa jenis hiu berbagai ukuran.</p>
<p>Menurut Diah, salah satu pengelola di wisma tersebut,  Hiu-hiu itu memang tergolong ganas. Namun dengan memberi makanan yang cukup dan teratur, ikan-ikan tersebut tak akan menyerang mereka yang ingin berenang di kolam hiu yang terdapat di wisma tersebut. &#8220;Ad juga sih yang berani berenang. Nggak apa-apa sih. Kan sudah dikasih makan yang cukup dan teratur. Biasanya kalau sudah kekenyangan mereka sih jinak-jinak aja. Asal jangan ada luka pas turun ke kolam,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Biasanya orang-orang bule yang berani berenang di sini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Tak sulit untuk mencapai wisma apung di Pulau Menjangan Besar tersebut. Dari pelabuhan nelayan di desa Karimunjawa hanya menempuh waktu tak lebih dari sepuluh menit dengan menggunakan perahu carteran milik para nelayan, yang tarifnya berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000 untuk penyewaan sehari penuh.</p>
<p>Kepulauan Karimunjawa Jawa terdiri atas 27 pulau-pulau kecil yang terletak di laut Jawa. Lokasinya sekitar 83 km utara Kota Jepara. Dari 27 pulau, hanya lima pulau yang berpenghuni, yakni Pulau Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk, dan Genting.</p>
<p>Selain menawarkan sensasi bercengkerama dengan ikan hiu, kawasan pasir putih yang menghampar di bibir pantai pulau menjangan kecil menjadi daya tarik tersendiri. Lokasi ini juga bisa digunakan sebagai kawasan terapi air laut.</p>
<p>Ada dua alternatif jalur transportasi laut yang bisa digunakan menuju Karimunjawa, yakni dengan menggunakan KMP Muria dari Pelabuhan Kartini Jepara atau kapal cepat Karimunjawa dari pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Namun angkutan yang satu ini, sejak sebulan lalu, dalam kondisi rusak dan tengah diperbaiki. Ini yang menyebabkan lonjakan penumpang di KMP Muria selama sebulan terakhir. Dalam sepekan, terdapat dua kali jadwal pelayaran dari Jepara ke Karimunjawa, yakni Rabu dan Sabtu.</p>
<p>Nah, jika Anda berkesempatan mengunjungi Karimunjawa, ada baiknya mencoba tantangan yang bisa menguji adrenalin anda. Dijamin akan menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan.</p>
<p>sumber:kompas.com<br />
Laporan wartawan KOMPAS.com Eko Hendrawan Sofyan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/jawa/karimun-jawa/karimun-jawa-berenang-bersama-hiu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lombok dan Gili-gilinya, Indah&#8230;</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/balintb/lombok/lombok-dan-gili-gilinya-indah/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/balintb/lombok/lombok-dan-gili-gilinya-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 12:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan alam]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[senggigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Sepanjang hari bersahabat dengan kemacetan di kota Jakarta, berangkat ngantor mata hari blon terbit trus pulang mata hari sudah tenggelam ya itulah kegiatan saya sehari-hari menyambung hidup di kota Metropolitan, mencari sesuap nasi dan segepok uang untuk biaya jalan-jalan ambil cuti keluar dari rutinitas kantor. Setelah cape ber 17an Agustus di Bali saya dan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="../wp-content/uploads/2009/09/kuta-lombok.jpg"><img style="border: 1px solid black;" title="kuta lombok" src="../wp-content/uploads/2009/09/kuta-lombok.jpg" alt="kuta lombok" width="500" height="327" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Kuta Lombok</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sepanjang hari bersahabat dengan kemacetan di kota Jakarta, berangkat ngantor mata hari blon terbit trus pulang mata hari sudah tenggelam ya itulah kegiatan saya sehari-hari menyambung hidup di kota Metropolitan, mencari sesuap nasi dan segepok uang untuk biaya jalan-jalan ambil cuti keluar dari rutinitas kantor.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah cape ber 17an Agustus di Bali saya dan beberapa teman yang dari Jakarta memang sudah siap untuk melanjutkan liburan ke Lombok siap-siap mau ke Bandara Ngurah Rai untuk take off ke Lombok, Koper-koper dititipkan di Rental Car langganan kami, kebetulan rental car langganan saya ini sudah terpercaya dan biasa saya pakai kalau tiap tahun cuti ke Bali. Selain nggak mau ribet-ribet nenteng koper kami juga nggak mau repot-repot balik dari Lombok nenteng barang-barang kami yang bakalan numpuk bersama oleh-oleh yang lain dari Lombok bila kami balik lagi ke Bali. Rencana sih emang kami di Lombok hanya 3 hari 2 malam dan kembali lagi ke Bali untuk 3 hari 2 malam sebelum kembali ke Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berbekal tas jinjing biasa isi 2 potong pakean (+ lengkap), dompet, kamera dan 1 botol kecil air minum mineral saya dan  3 orang teman dan tourist2 asing (yg orang local cuma kami didalam pesawat) sampai dengan selamat di Airport Selaparang, Mataram, Lombok. Sebagi info untuk teman-teman, perjalanan dari Denpasar ke Lombok cuma makan waktu 15 menit by Merpati Airline.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Airport kami sewa taxi (nggak pake Argo) jadi setelah tawar2an jadilah kami menuju salah satu hotel di daerah Senggigi hanya dengan harga 50ribu, takut kelamaan tawar2an karena sampai di Lombok kami sudah sore dan takut kemalaman di jalan (maklum yang jalan cewek semua). Sebetulnya sih kasian juga ngasih 50ribu karena ternyata dari Airport ke hotel cukup jauh dan menyusuri jalan yang agak terjal (seperti jalan Puncak Pass, Jawa Barat) pula. Sekali lagi kami sampai di hotel dengan selamat, waktu menunjukkan jam 18:30, Lombok sudah sudah terlihat sepi, jadi ingat kata adik saya yang pernah ber honeymoon ke Lombok katanya kalo udah jam 7 malam Lombok so quite ?</p>
<p style="text-align: justify;">Hari per 1 di Lombok, sambil nunggu di jemput oleh travel yang akan membawa kami dinner Ayam Taliwang (makanan Khas Pulau Lombok) kami check in dan masukin tas jinjing pakean kami ke kamar masing2.</p>
<p style="text-align: justify;">Lombok ternyata memang so quite, perjalanan dari hotel kami tidak melihat keramaian cuma di rumah makan Ayam Taliwang tempat kami dinner terlihat ramai, ada beberapa rombongan (orang2 Indonesia) yang sedang asik menyantap Ayam Taliwang Bakar dan Pelecing Kangkungnya diiringi decak mulut yang lagi kepedesan sambil melahap terus sambel Beberuk Terongnya……heeemmmm…yammyyy…. terasa air liur saya dirongga mulut  mambayangkan makanan yg kami pesan belum juga Tidak beberapa lama kemudian makanan pesanan kamipun datang, dambil menyantap hidangan kami berbincang-bincang bersama Tour Leader kami membicarakan acara kami besok berwisata sekitar Lombok, Gili Trawangan + Gili Meno. Jam 9 malam kami kembali ke hotel, istirahat agar besok jam 9 pagi segar kembali karena mau menjelajahi Senggigi dan 2 Gili lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ke 2 di Lombok, jam 9 pagi kami di jemput oleh Travel dan dibawa ke Senggigi untuk naik perahu menuju Gili Trawangan yang indah. Kapal kami tidak terlau besar dan tidak terlalu kecil juga. Menurut Tour Guide kapal tersebut bisa muat 8 orang sudah termasuk 1 orang Juru Mudi dan 1 orang Tour Guide.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://community.kompas.com/photo/image/gili1.jpg" alt="" width="508" height="381" align="middle" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://community.kompas.com/photo/image/gili2.jpg" alt="" width="506" height="379" align="middle" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Perjalanan kami disuguhi pemandangan alam yg indah, selain bukit2 yang dihiasi pohon kelapa kami juga menjumpai bentuk-bentuk Karang yg indah, lumayan besar dan muncul dipermukaan air. Rasanya hati ini tentram dan mata ini sejuk sekali, bayangin aja yang dilihat ya laut yg lepas dan luas serta bukit2 yang hijau beda banget sama Jakarta yang isinya Gedung-gedung tinggi, Mobil, Motor yang banyaknya sudah melebihi laler di pasar tradisional, Bus, dan kemacetan yang tiap hari selalu ada dan tetap ada.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://community.kompas.com/photo/image/gili3otwmeno.jpg" alt="" width="520" height="390" align="middle" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jam 11 waktu setempat kami sudah sampai di Gili Trawangan, Gili yang bagi saya sudah lumayan ramai tapi tetep indah pemandangan lautnya, saying saya nggak ikutan teman-teman yang lain snorkeling melihat pemandangan laut, bukan takut kulit jadi hitam tapi walaupun saya sangat  cinta yang namanya pantai tapi sebetulnya saya takut dengan laut, lucu ya…Saya cuma duduk-duduk berbincang-bincang bersama Tour Guide kami mendengarkan dia cerita tentang Lombok dan Gili Trawangan &amp; Gili Meno.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://community.kompas.com/photo/image/gili4pemnadangan.jpg" alt="" width="515" height="386" align="middle" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Setelah puas snorkeling saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan ke Gili Meno tempat yang lebih sepi tapi pantainya tidak kalah indah dari Gili Trawangan…. heemmm..tempat ini rasanya cocok untuk honeymoon dech…..Yang saya heran kenapa tourist-tourist asing itu tahan ya berjemur sampe jam 2 siang? Bukankah sinar UVnya udah tidak bagus untuk kulit dan bisa menyebabkan Kanker Kulit? Saya perhatikan mereka enjoy-enjoy aja tuch menikmati matahari kita. Mungkin sanking napsunya mau cepet-cepet coklat kali ya kulitnya biar sama seperti kulit kita, lucu dan aneh ya…</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://community.kompas.com/photo/image/gili5pantaisaron.jpg" alt="" width="512" height="384" align="middle" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jam 4 sore kami kembali ke darat untuk berburu oleh dari Lombok, yaitu belanja Mutiara, Manisan Rumput Laut yg rasanya bermacam-macam (ada rasa Jagung, Sirsak, Nanas), Telor Asin (ini oleh2 Khas Lombok, katanya telor Asin Lombok lebih nikmat dari Telor Asin dari Brebes), Madu Lombok dan Susu Kuda Liar (yang ini saya tidak suka). Kami tidak sempat ke Desa tempat Tenun Songket khas Lombok dan mengunjungi Desa Masyarakat Sasak karena keterbatasan waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ke 3 di Lombok, kami habiskan waktu menikmati pemandangan di belakang hotel. Kebetulan kolam renangnya berdekatan dengan pantai. Kami jalan-jalan sambil menikmati matahari dan lembutnya pasir yang berwarna hitam sepanjang pantai dengan pemandangan gubuk2 atau warung2 dengan pohon kelapanya yg subur dan indah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://community.kompas.com/photo/image/gilipantaisaron3.jpg" alt="" width="514" height="684" align="middle" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://community.kompas.com/photo/image/gilipantaisaron2.jpg" alt="" width="513" height="385" align="middle" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img src="http://community.kompas.com/photo/image/gili6.jpg" alt="" width="515" height="687" align="middle" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jam 11 kami harus meninggalkan hotel dan Lombok menuju Bandara Selaparang untuk kembali ke Ngurah Rai, Bali.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Selamat tinggal Lombok dan Gili2nya yang cantik, kami berharap tahun depan bisa datang lagi karena mau berburu Kain Tenun ciri khasmu, doakan ya&#8230;.. And I’m coming Bali as usul you are the best for my holiday in Indonesia, 7 hari 6 malam rasanya kurang untuk istirahat di Bali dan Lombok.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Note : Salam kenal buat teman-teman Kokiers semua ya…</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>ditulis oleh: Saras &#8211; Jakarta<br />
Sumber: kompas community</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Foto: saras<br />
Header foto: </em><a id="contextLink_stream89952386@N00" href="http://www.flickr.com/photos/christian_bachellier/">Christian Bachellier</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/balintb/lombok/lombok-dan-gili-gilinya-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Raja Ampat yang Mempesona</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/papua/raja-ampat/raja-ampat-yang-mempesona/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/papua/raja-ampat/raja-ampat-yang-mempesona/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 15:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Raja Ampat]]></category>
		<category><![CDATA[cara ke raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[foto pulau raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[foto raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[gambar pulau raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[gambar raja]]></category>
		<category><![CDATA[gambar raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[pantai di papua]]></category>
		<category><![CDATA[pantai papua]]></category>
		<category><![CDATA[pantai raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[pantai raja ampat papua]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan di raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan raja ampat]]></category>
		<category><![CDATA[raja ampat penginapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah turis tampak asyik bersantap dan mengobrol santai sambil memandang lepas ke arah laut yang didominasi warna biru, hijau, dan putih. Warna-warna itu muncul karena pengaruh dari hamparan terumbu karang di dasar laut yang dangkal maupun dalam. Mereka sedang menikmati makan siang di Papua Diving Resort, perairan f Irian Jaya Barat. Teriknya matahari dan cerahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: xx-small;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/bira1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-66" title="bira" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/bira1-300x210.jpg" alt="bira" width="450" height="314" /></a></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah turis tampak asyik bersantap dan mengobrol santai sambil memandang lepas ke arah laut yang didominasi warna biru, hijau, dan putih. Warna-warna itu muncul karena pengaruh dari hamparan terumbu karang di dasar laut yang dangkal maupun dalam. Mereka sedang menikmati makan siang di Papua Diving Resort, perairan f Irian Jaya Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Teriknya matahari dan cerahnya udara justru membuat gemas para tamu untuk kembali menyelam dan menyelam. Cahaya matahari kerap menembus celah-celah gelombang laut sampai ke karang. Keelokan pemandangan dan biota lautnya memang membuat kesan mendalam bagi para wisatawan. Bagi pencinta wisata pesisir dan bawah air yang fanatik, Raja Ampat sangat dikenal bahkan dinilai terbaik di dunia untuk kualitas terumbu karangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak fotografer bawah laut internasional mengabadikan pesona laut Raja Ampat. Bahkan ada yang datang berulang kali dan membuat buku khusus tentang keindahan terumbu karang dan biota laut kawasan ini. Pertengahan 2006 lalu, tim khusus dari majalah petualangan ilmiah terkemuka dunia, National Geographic, membuat liputan di Raja Ampat yang akan menjadi laporan utama pada 2007.</p>
<p style="font-family: Verdana; text-align: justify;"><span style="font-size: xx-small;"><img src="http://liburan.info/images/stories/rajaampat.jpg" alt="" hspace="5" width="256" height="173" align="right" /></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Sebanyak 610 Pulau</span></p>
<p style="text-align: justify;">Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di &#8220;Kepala Burung&#8221; Pulau Papua.</p>
<p style="text-align: justify;">Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;"><img src="http://liburan.info/images/stories/rajaampat1.jpg" alt="" hspace="5" width="256" height="182" align="left" />Eksotis</span></p>
<p style="text-align: justify;">Papua Diving, satu-satunya resor eksotis yang menawarkan wisata bawah laut di kawasan itu, didatangi turis-turis penggemar selam yang betah selama berhari-hari bahkan hingga sebulan penuh mengarungi lekuk-lekuk dasar laut. Mereka seakan tak ingin kembali ke negeri masing-masing karena sudah mendapatkan &#8220;pulau surga yang tak ada duanya di bumi ini&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengelolanya tak gampang mempersiapkan tempat bagi wisatawan. Maximillian J Ammer, warga negara Belanda pemilik Papua Diving Resort yang juga pionir penggerak wisata laut kawasan ini, harus mati-matian menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik turis dari mancanegara. Sejak memulai usahanya delapan tahun lalu, banyak dana harus dikeluarkan. Namun, hasilnya juga memuaskan. Setiap tahun resor ini dikunjungi minimal 600 turis spesial yang menghabiskan waktu rata-rata dua pekan.</p>
<p style="text-align: justify;">Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Turis menyelam hampir setiap hari karena lokasi penyelaman sangat luas dan beragam. Keindahan terumbu karangnya memang bervariasi sehingga banyak pilihan dan mengundang penasaran. Ada turis yang sudah berusia 80 tahun masih kuat menyelam,&#8221; tutur Max Ammer yang beristrikan perempuan Manado.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga tahun lalu, Papua Diving membangun penginapan modern tak jauh dari lokasi pertama. Ternyata, penginapan yang dibangun dengan mengandalkan bahan bangunan lokal ini hampir selalu penuh dipesan. Padahal tarifnya mencapai 225 euro atau sekitar Rp 2,7 juta per malam. Di lokasi yang baru, dilengkapi peralatan modern, termasuk fasilitas telepon internasional dan internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Turis ke Raja Ampat hanya ingin ke Papua Diving di Pulau Mansuar karena fasilitas dan pelayannya sudah berstandar internasional, juga makanannya. Mereka mendarat di Bandara Domne Eduard Osok, Sorong, langsung menuju lokasi dengan kapal cepat berkapasitas sekitar 10 orang yang tarifnya Rp 3,2 juta sekali jalan. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai Mansuar.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti pulau lainnya, Mansuar tampak asri karena hutannya masih terjaga dan air lautnya pun bersih sehingga biota laut yang tidak jauh dari permukaan bisa terlihat jelas. Turis cukup berenang atau ber-snorkelling untuk melihat keindahan laut, sedangkan jika ingin mengamati langsung kecantikan biota laut di kedalaman, mereka harus menyelam.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Merasa Aman</span></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://liburan.info/images/stories/rajaampat2.jpg" alt="" hspace="5" width="256" height="175" align="right" />Warga lokal dilibatkan dalam pembangunan dan pengelolaan resor, bahkan 90 dari 100 karyawannya adalah warga Papua. Penduduk juga memasok ikan, sayur-mayur, buah-buahan, dan lainnya. Salah satu paket wisatanya mengunjungi perkampungan untuk melihat tanaman dan hewan khas setempat, termasuk burung Cendrawasih. Banyak wisatawan yang menjadi donatur pembangunan gereja dan pendidikan anak-anak sekitar Man- suar.</p>
<p style="text-align: justify;">Max Ammer mempunyai komitmen untuk meningkatkan ekonomi dan keterampilan warga setempat. Mereka ada yang dilatih berbahasa asing dan menggunakan peralatan selam. Wisatawan pun merasa aman di kala siang maupun malam saat menikmati terik dan tenggelamnya matahari maupun saat berenang dan menyelam di laut yang sangat dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain kelautan dan perikanan, Raja Ampat memiliki kekayaan sumber daya alam, antara lain minyak bumi dan nikel. Di dasar lautnya juga banyak terdapat kapal-kapal karam bekas Perang Dunia II yang diperkirakan memuat &#8220;harta karun&#8221; bernilai tinggi. Namun, jika salah kelola, kegiatan eksploitasi semua itu dikhawatirkan mengancam kelestarian dan keindahan alam lautnya.</p>
<p style="font-family: Verdana; text-align: justify;"><span style="font-size: xx-small;">Sumber : Suara Pembaruan, Sumedi TP, 7 Januari 2007</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/papua/raja-ampat/raja-ampat-yang-mempesona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>108</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Tanjung Bira</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sulawesi/tanjungg-bira/pantai-tanjung-bira/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sulawesi/tanjungg-bira/pantai-tanjung-bira/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 06:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanjungg Bira]]></category>
		<category><![CDATA[berenang]]></category>
		<category><![CDATA[bira]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pantai bira]]></category>
		<category><![CDATA[pantai bira bulukumba]]></category>
		<category><![CDATA[pantai tanjung bira]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung bira]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Tanjung bira terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau nenbersit pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer. Pantai bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/tanjung-bira.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-63" title="tanjung-bira" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/tanjung-bira-150x150.jpg" alt="tanjung-bira" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tanjung bira terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau nenbersit pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang patutu di andalkan. Berbagai sarana sudah tersedia, seperti perhotelan, restoran, serta sarana telekomunikasi, pantai bira berlokasi sekitar 41 km kearah timur dari kota bulukumba. dengan pelabuhan penyeberangan fery yang menghubungkan daratan Sulawesi Selatan dengan pulau selayar.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2647/3894901861_2f6eaaef5a.jpg"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="tanjung bira" src="http://farm3.static.flickr.com/2647/3894901861_2f6eaaef5a.jpg" alt="tanjung bira" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih  yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan. Pantai ini termasuk pantai yang  bersih, tertata rapi, dan air lautnya jernih. Keindahan dan kenyamanan pantai ini terkenal hingga ke mancanegara. Turis-turis asing dari berbagai negara banyak yang berkunjung ke tempat ini untuk berlibur.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai Tanjung Bira sangat indah dan  memukau dengan pasir putihnya yang lembut seperti tepung terigu. Di lokasi,  para pengunjung dapat berenang, berjemur, diving dan snorkling. Para pengunjung juga dapat menyaksikan  matahari terbit dan terbenam di satu posisi yang sama, serta dapat menikmati  keindahan dua pulau yang ada di depan pantai ini, yaitu Pulau Liukang dan Pulau  Kambing.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/sulawesi/tanjungg-bira/pantai-tanjung-bira/">Tanjung Bira</a> terletak di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari,  Kabupaten Bulukumba.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanjung Bira terletak sekitar 40 km dari  Kota Bulu Kumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar  ke Kota Bulukumba dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp. 35.000,-. Selanjutnya,  dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh dengan menggunakan mobil  pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp. 8.000,- sampai – Rp.  10.000,-. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3 –  3,5 jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika pengunjung berangkat dari Bandara  Hasanuddin, langsung menuju ke terminal Malengkeri (Kota Makassar) dengan  menggunakan taksi yang tarifnya sekitar Rp. 40.000,-. Di terminal ini kemudian naik bus tujuan Bulukumba atau yang langsung ke Tanjung Bira.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kawasan wisata Tanjung Bira, angkutan  umum beroperasi hanya sampai sore hari. Jika pengunjung harus kembali ke Kota Makassar pada sore itu juga, di sana  tersedia mobil carteran (sewaan) dengan tarif Rp. 500.000,-.</p>
<p style="text-align: justify;">Biaya tiket masuk ke lokasi Pantai Tanjung  Bira sebesar Rp. 5.000,-.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel dengan tarif mulai dari Rp. 100.000,- hingga Rp. 600.000,-  per hari. Di tempat ini juga terdapat persewaan perlengkapan diving dan snorkling dengan tarif Rp. 30.000,-. Bagi pengunjung yang selesai berenang di pantai,  disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan air laut  yang masih lengket di badan. Bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar pantai, tersedia persewaan motor dengan tarif Rp. 65.000,-. Di kawasan pantai  juga terdapat pelabuhan kapal ferry yang siap mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata selam ke Pulau Selayar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: www.sulsel.go.id</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2667/3894900221_ddccc666d7.jpg"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="bira beach" src="http://farm3.static.flickr.com/2667/3894900221_ddccc666d7.jpg" alt="pantai bira" width="500" height="374" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantai bira" src="http://farm3.static.flickr.com/2432/3894899579_600f822742.jpg" alt="" width="500" height="350" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sulawesi/tanjungg-bira/pantai-tanjung-bira/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

