Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur

Rating: 86 out of 100, by 127 users
Hamparan Pasir Di Pantai nepa - Bali & NTB : Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur

Profil Desa Nepa

Kata-kata Nepa  diambil dari nama pohon yang dulunya banyak sekali tumbuh didaerah ini yaitu dari nama pohon  nepa  atau  Bhunyok  yaitu  pohon  sejenis  kelapa  tapi  lebih  kecil dari pohon kelapa, daunnya dapat dibuat atap rumah, yang masih muda dapat  dibuat  rokok  (seperti  klobot).  Asal pemberian nama  desa  ini diberikan oleh Raden Segoro  pada usia 7 tahun setelah pindah dari gunung geger. Raden Segoro ini merupakan anak dari seorang putri dari negara  Mendangkawulan  yang  didalamnya  terdapat sebuah  kraton  yang  bernama  Gilling  Wesi dengan Rajanya yang bernama Sanghiangtunggal.

Raden Segoro mendapatkan gelar dari Raja  Sanghiangtunggal dengan sebutan” Tumenggung  Gemet”  yang  artinya  semua  musuh  apabila  bertarung dengannya maka akan habis (Gemet = Bahasa Jawa) tempat tinggal Raden Segoro ini beri nama Kraton Nepa akan tetapi keberadaan kraton ini sudah menghilang atau lenyap, ini merupakan kisah awal mula dari terbentuknya nama Desa Nepa ini yang sekarang berada di kecamatan banyuates kabupaten sampang.

Desa ini letaknya  berada  di kecamatan banyuates dan berada kabupaten Sampang  dipantai  sebelah  Utara, di desa Nepa ini Terdiri  dari  3  Dusun,  yaitu  Dusun  Nepa,  Dusun Manangguh, dan Dusun Seneng dengan luas wilayahnya 720,355 Ha dengan  luas  tanah  sawah  18,46  Ha  dan  luas  tanah  kering  52  Ha. Curah hujan selama setahun 1185,5 mm/tahun. Jarak desa Nepa terhadap ibukota  Kecamatan  adalah  7  Km,  sedangkan  jarak  terhadap  ibukota Kabupaten  adalah  57  Km  dan  jarak  terhadap  ibukota  provinsi  adalah 96 Km. Mata pencaharian penduduknya sebagian besar adalah sebagai nelayan.

Jika dilihat dari letak geografis desa ini terletak  di  bagian utara kecamatan banyuates,dengan batas bagian utara adalah laut jawa oleh karena itu,  pekerjaan  masyarakat  Nepa  mayoritas adalah  nelayan. Di Desa nepa ini terdapat  pantai  Nepa  yang menyajikan  panorama  alam  yang  indah  sehingga layak untuk dijadikan tempat wisata unggulan di Madura.

Pulau Madura yang juga dikenal dengan sebutan pulau garam ini, tentu saja memiliki potensi wisata alam berupa pantai karena lokasinya dikelilingi oleh laut. Beberapa diantaranya masih menyimpan suasana yang alami dan belum begitu terjamah oleh pembangunan seperti Pantai Nepa yang masih perawan dan memiliki suasana yang sangat tenang.

Lokasi dan Transportasi

Panorama Pantai Nepa - Bali & NTB : Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur
Gerbang Pulau Kera - Bali & NTB : Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur

Letak dari Pantai Nepa secara administratif berada di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Ada beberapa rute yang bisa anda tempuh untuk mencapai pantai ini jika dimulai dari kawasan Kota Surabaya, ibukota Provinsi Jawa Timur. Waktu tempuh memang cukup lama yakni memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan, tergantung dari rute dan keadaan lalu lintas.

Bagi anda yang membawa kendaraan pribadi maupun sewaan, anda bisa menempuh rute melalui Tol Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa dan pulau Madura. Tarif masuk tol untuk mobil adalah Rp 30.000*) sedangkan motor adalah Rp 3.000*).

Setelah melewati tol ini, anda bisa memilih jalan lurus jika ingin menyusuri jalan pantai utara Bangkalan, ataupun berbelok ke kanan untuk melewati jalan menuju Kabupaten Sampang. Anda juga bisa menyebrang menuju pulau Madura melalui pelabuhan Tanjung Perak dengan menggunakkan kapal ferry menuju Pelabuhan Kamal di Bangkalan.

Namun, waktu tempuh menjadi lebih lama satu jam dan harga juga lebih mahal yakni, Rp 50.000*) untuk satu mobil. Belum lagi dihitung jumlah penumpang yakni Rp 7.000*) per orang.

Untuk anda yang tidak membawa kendaraan pribadi tetap bisa menuju Kabupaten Sampang yakni dengan menggunakkan bis dari terminal Bungurasih, Surabaya. Untuk menggunakkan bus AC, biasanya anda akan dikenakan ongkos Rp 25.000*) per orang.

Untuk lebih murah lagi, anda bisa menggunakkan bis ekonomi. Rute yang di lalui oleh bis AC dan khusus bis ekonomi yang berangkat pada malam hari adalah melalui tol Suramadu. Namun, untuk bis ekonomi yang berangkat pada siang hari, anda akan menyebrang melalui pelabuhan Tanjung Perak.

Setibanya di Sampang, anda bisa langsung menuju Pantai Nepa yang berjarak sekitar 50 kilometer dari ibukota kabupaten. Jadi, anda bisa menggunakkan beberapa pilihan angkutan umum untuk menuju pantai tersebut.

Dari lokasi jalan utama yang anda lewati, hanya berjarak sekitar setengah kilometer untuk mencapai kawasan Pantai Nepa. Untuk anda yang punya kocek lebih dan tak ingin repot, tak ada salahnya untuk menyewa mobil agar wisata anda lebih puas dan lebih nyaman karena akses transportasi yang tak perlu dipikirkan lagi.

Wisata

Pantai Nepa adalah salah satu pantai yang masih menyimpan keindahan alam serta masih sangat asli. Suasana pantai yang tenang ditemani suara deburan ombak, merupakan salah satu daya tarik wisata bagi anda yang menyukai ketenangan. Walaupun belum dioptimalisasi potensinya oleh pemerintah setempat, namun tak jarang ada banyak wisatawan yang berdatangan untuk menikmati suasana di Pantai Nepa.

Selain suara ombak, sesekali anda akan ditemani dengan suara-suara kera dari atas pepohonan dimana tak jauh dari anda, bisa dilihat gerbang dari Hutan Kera Nepa yang masih menjadi kawasan dari Pantai Nepa ini. Hutan kera ini jugalah yang menjadi daya tarik utama agar banyak wisatawan yang mengunjungi kawasan pantai ini.

Biasanya, wisatwan yang datang selain bermain bersama monyet yang memasuki sekitaran pantai, mereka juga kebanyakkan duduk di bawah pepohonan untuk menikmati hembusan angin pantai yang terasa sejuk. Ada pula yang bermain air dan berenang di kawasan pantai ini.

Suatu keindahan tersendiri yang ditawarkan kawasan objek wisata Hutan Kera Nepa, wisatawan akan dituntun untuk melihat pemandangan alam sekitar pantai dan lautan lepas, melihat matahari terbit (sunrise), menyusuri sungai dan hutan cagar alam seluas 1 Ha dengan perahu nelayan untuk melihat pemandangan hutan mangroove dan melihat satwa kera pada habitatnya.

Keunikan lain yang bisa dilihat dan dibuktikan para wisatawan adalah perilaku kera dikawasan hutan yang jinak dan mereka merupakan kera pemakan jagung tua mentah, dihutan ini terdapat dua kelompok kera yang menempati dua bagian dari kawasan hutan yaitu sebelah utara dan selatan yang dibatasi dengan sebuah kayu yang dianggap sebagai tugu perbatasan, masing masing kelompok kera tidak akan mau menyebrangi/melewati daerah perbatasan tersebut kecuali ada kera yang sakit atau membutuhkan pertolongan untuk melahirkan. Terkait dengan mitos yang ada dari masyarakat sekitar, hutan ini merupakan tempat berpijaknya manusia pertama kali yang babat alas pulau madura bernama Bindoro Gong (pada abad XII-IX)

Bindoro Gong merupakan pendatang yang mendirikan kerajaan pertama kali di madura dan mewariskan kerajaannya kepada putranya bernama Raden Segoro (yang dimakamkan di tengah hutan dengan penanda / nisan berupa kayu pohon) karena Raden Segoro tidak mempunyai ahli waris maka sebelum meninggal dia menunjuk seorang pemimpin untuk menggantikannya. Karena merasa tidak puas dengan pemimpin yang baru maka kedua kelompok rakyat pun sering bertikai, Raden Praseno bersedih melihat hal ini dan akhirnya beliau membagi wilayah tersebut menjadi dua bagian,

tapi dasar sifat manuasia yang selalu kurang puas dengan apa yang didapatkannya mereka masih sering bertikai antara kelompok satu dengan yang lainya dan pada akhirnya membuat dewata marah dan mengutuk mereka menjadi monyet dan memberi penanda diantara batas wilayah tersebut dengan patok kayu (pohon) dan barang siapa melanggar batas kayu tersebut akan mendapat kutukan bertubi tubi kecuali yang melanggar untuk saling memberi pertolongan dan pengobatan (kera yang sakit dan akan melahirkan).

Tips

1. Bawalah bekal makanan sebelum mencapai lokasi pantai jika anda ingin berlama-lama. Di sekitar pantai, masih jarang ada yang menjajakan makanannya, terlebih lagi pantai ini masih tergolong sangat alami.

2. Sempatkan untuk bermain bersama para monyet baik yang berada di kawasan pantai ataupun yang berada di hutan kera di sekitar kawasan pantai ini.

3. Jangan lupa gunakkan sunblock agar kulit anda tidak terbakar matahari.

4. Bawalah pakaian ganti apabila anda ingin bermain air di sekitar pantai.

5. Karena kebanyakkan orang Madura belum bisa berbahasa Indonesia, ada baiknya anda sedikit mengerti kosakata bahasa Madura, atau anda bisa mengajak salah satu rekan anda yang berasa maupun yang mengerti bahasa Madura.

Pantai memang menyimpan banyak pesona yang sangat indah bagi anda pecinta wisata alam. Apalagi suasana pantai yang masih alami dan belum kehilangan keasliannya. Nah, apabila anda ingin menikmati pantai-pantai alami di Indonesia, Pantai Nepa merupakan salah satu lokasi yang tak boleh anda lewatkan.

Galeri foto dari berita tentang Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur

Ada 5 potret di dalam Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur berita. Klik thumbnail dibawah ini untuk melihat semua 5 potret high-res.

panorama Senja Di Pantai Nepa - Bali & NTB : Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa TimurGerbang Pulau Kera - Bali & NTB : Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa TimurHamparan Pasir Di Pantai nepa - Bali & NTB : Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa TimurKumpulan Kera Di Pulau Kera - Bali & NTB : Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa TimurPanorama Pantai Nepa - Bali & NTB : Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur
Diposting pada 17 July 2014 - Oleh tanzil - Kategori Bali & NTB.
Tag: satwa, nelayan, sunrise, Penginapan Di Pantai Nepa, perahu nelayan, tempat wisata, wisata bahari .

Apa pendapatmu tentang Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur

Tinggalkan Komentarmu soal Pantai Dan Desa Nepa, Madura – Jawa Timur Dibawah ini:

Artikel Terbaru:

Pantai Cijayana Pameungpeuk Ga
Pantai Cijayana merupakan salah satu pantai di daerah Pameungpeuk-Garut yang sangat berpotensi untuk ...

Pantai Amai, Jayapura –
Pancaran sinar matahari yang hangat, dan aroma laut yang berasal dari Samudera Pasifik ...

Gili Nanggu, Lombok Barat R
Tak banyak yang mengetahui bahwa Pulau Lombok tak hanya memiliki gili yang berjumlah ...

Pantai Pasir Perawan, Pulau Pa
Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki banyak pulau yang kini semakin ramai menjadi tempat tujuan ...

Gabung Yuk dengan Komunitas Pecinta Pantai Indonesia di FB, Klik Like:

Lokasi Pantai di Indonesia

Topik Populer

Pantai Populer

Pulau Belitong – Ingin Mati Tua Sa
Pulau Walo, Raja Ampat – Papua
Pantai Alue Naga – Banda Aceh
Kepulauan Raja Ampat Papua – Surga
Pulau Teulaga Tujoh, Langsa – Aceh
Pantai Pasir Kencana, Sumbawa – NT
Pantai Wediawu, Malang – Jawa Timur
Pantai Leli Pulau Rote – Seindah N

Indek Artikel : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Indek Gambar : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Semua artikel pada web ini adalah hak cipta dari pasirpantai.com, atau sumber lain yang dicantumkan.
Semua gambar, foto dan video pada web ini adalah hak cipta dari pemiliknya.