<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PasirPantai.com &#187; Belitong</title>
	<atom:link href="http://www.pasirpantai.com/category/sumatera/belitong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pasirpantai.com</link>
	<description>Tempat Berbagi Informasi Pantai di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jan 2010 04:48:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ke Belitong Tak Lengkap Tanpa Kopi</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 15:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belitong]]></category>
		<category><![CDATA[belitung]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pasir]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang mengatakan, Anda tak sah disebut pernah mengunjungi Pulau Belitung jika belum mencicipi secangkir kopi di sana. Minum kopi adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Belitung. Tak heran jika warung kopi banyak bertebaran di pulau itu.
Belitung, pulau kecil penghasil timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara administratif dibagi menjadi dua, yaitu Belitung dengan ibu kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong-kopi-akiong.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-85" title="belitong kopi akiong" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong-kopi-akiong.jpg" alt="belitong kopi akiong" width="298" height="225" /></a>Banyak orang mengatakan, Anda tak sah disebut pernah mengunjungi Pulau Belitung jika belum mencicipi secangkir kopi di sana. Minum kopi adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Belitung. Tak heran jika warung kopi banyak bertebaran di pulau itu.</p>
<p>Belitung, pulau kecil penghasil timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara administratif dibagi menjadi dua, yaitu Belitung dengan ibu kota Tanjung Pandan dan Belitung Timur dengan ibu kota Manggar.</p>
<p>Begitu lekatnya budaya minum kopi sampai-sampai Kota Manggar menjadikan warung kopi sebagai ikon baru industri pariwisata. Hari ini, Rabu (19/8), kota itu menggelar acara massal minum kopi susu sekaligus mencanangkan Manggar sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”</p>
<p>Di kota Manggar, puluhan warung kopi bisa dijumpai berjajar di sepanjang ruas jalan di kawasan pusat kota atau Pasar Manggar. Meja dan bangku tempat warga berkumpul minum kopi berjejer memenuhi pinggir jalan. Tinggal memilih warung kopi mana yang Anda suka.</p>
<p>Kedai Kopi Ake</p>
<p>Begitu pula di Tanjung Pandan, warung kopi atau kedai kopi amat mudah dijumpai. Konon kata orang, Kedai Kopi Ake di Pasar Tanjung Pandan amatlah kesohor. Ke sanalah saya mencicipi secangkir kopi saat mengunjungi Tanjung Pandang beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jangan bayangkan kedai kopi ini berupa bangunan berdesain keren ala kafe-kafe di Jakarta. Kedai kopi ini terletak di tengah bangunan ruko berdinding kusam yang sebagian catnya mengelupas. Di tengah ruko itu ada sepetak pelataran. Di situlah kedai kopi ini berdiri selama puluhan tahun.</p>
<p>Ada banyak gelas di depan warung itu. Bangunannya jauh dari bagus. Beberapa bagian dinding warung itu gompal. Sementara atapnya dari seng yang sebagian sudah berkarat berwarna coklat tua kehitaman. Di depan warung itu ada meja-meja kecil. Sebagian meja kayu sebagian lagi meja bundar dari semen. Jika ingin duduk di dalam juga ada meja panjang yang menempel di dinding.</p>
<p>Bukan sekadar minum kopi</p>
<p><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitongkopi.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-86" title="belitongkopi" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitongkopi.jpg" alt="belitongkopi" width="298" height="225" /></a>Di Belitung, seperti halnya kebudayaan pesisir di Sumatera, orang minum kopi bukan sekadar menikmati kopinya. Jauh lebih penting dari rasa secangkir kopi adalah interaksi sosial dalam momen minum kopi itu. Maka minum kopi di kedai kopi akan kehilangan makna kalau kita menikmatinya sendirian. Berbeda dengan kedai kopi ala Starbucks di Jakarta di mana orang datang sendiri lalu membuka laptop.</p>
<p>Dalam tradisi Melayu pesisir, minum kopi adalah momen berbagi cerita dan informasi. Juga momen untuk diskusi. Tak heran kalau menghabiskan secangkir kopi bisa mamakan waktu berjam-jam.</p>
<p>“Kalau Anda mau tahu ada apa di Belitung hari ini, tidak perlu membeli koran. Datang saja ke kedai kopi. Semua informasi akan Anda dapatkan di sana,”jelas Kusumah, pemandu perjalanan kami dari agen perjalanan setempat.</p>
<p>Kawasan warung kopi Ake dikenal dengan sebutan Kafe Senang. Entah dari mana asal-usul itu. Dari dulu sudah disebut demikian. Warung kopi Ake sendiri sudah ada di tempat itu selama empat generasi. Warung itu kini dijaga oleh Akiong (53), anak Ake (75), yang sekarang tinggal di Jakarta. Warung kopi pertama kali didirikan oleh kakek Ake. Akiong tidak tahu tahun berapa persisnya warung kopi ini berdiri.</p>
<p>Di Belitung secangkir kopi disajikan dengan cara yang khas. Bubuk kopi tidak dituang satu-satu ke masing-masing gelas melainkan diaduk dalam sebuah gelas besar. Dari gelas besar itu kopi dituangkan ke dalam gelas dengan saringan berbentuk seperti kaus kaki. Dengan cara ini ampas kopi tidak ikut dalam gelas yang disajikan kepada pelanggan.</p>
<p>Saya pernah minum kopi di beberapa kedai kopi di Jambi, Lhokseumawe, dan Medan. Dengan kadar kekentalan yang berbeda cita rasa kopinya sama. Di warung Ake, kopi yang disajikan tidak terlalu pekat, meski warnanya hitam. Selain panas, kopi di sana juga lazim disajikan dingin dengan es atau dicampur susu kental manis.</p>
<p>sumber:kompas.com</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><a href="http://www.pasirpantai.com/search/belitong/" title="belitong">belitong</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/warung+kopi+ake/" title="warung kopi ake">warung kopi ake</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/kopi+belitong/" title="kopi belitong">kopi belitong</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/penghasil+kopi+dan+coklat+di+pulau+rote/" title="penghasil kopi dan coklat di pulau rote">penghasil kopi dan coklat di pulau rote</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/interaksi+sosial+dalam+masyarakat/" title="interaksi sosial dalam masyarakat">interaksi sosial dalam masyarakat</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/sudharmayudha/" title="sudharmayudha">sudharmayudha</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/tempat+parawisata+pulau+rote+besrta+asal+usulnya/" title="tempat parawisata pulau rote besrta asal-usulnya">tempat parawisata pulau rote besrta asal-usulnya</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/tempat+pariwisata+pulau+rote+beserta+asal+usulnya/" title="tempat pariwisata pulau rote beserta asal-usulnya">tempat pariwisata pulau rote beserta asal-usulnya</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/kopi+manggar/" title="kopi manggar">kopi manggar</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/warung+kopi+manggar/" title="warung kopi manggar">warung kopi manggar</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.869 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Belitong &#8211; Ingin Mati Tua Saja</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/pantai-belitong/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/pantai-belitong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 14:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belitong]]></category>
		<category><![CDATA[pantai belitong]]></category>
		<category><![CDATA[pantai sumatera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[

Rasanya saya ingin mati tua di sini saja.” Seorang pelancong asal Inggris, Rod Swift (61), mengucapkan kata-kata itu dengan mimik serius. Mata lelaki itu tak henti memandangi pesona alam pantai di Pulau Belitong.
Tanjung Kelayang adalah salah satu pantai di Pulau Belitong, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (sebutan resmi). Rod kerap berkunjung sejak beberapa tahun lalu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3013/3878102923_b7079b59be.jpg"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="belitong" src="http://farm4.static.flickr.com/3013/3878102923_b7079b59be.jpg" alt="belitong" width="500" height="334" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Rasanya saya ingin mati tua di sini saja.” Seorang pelancong asal Inggris, Rod Swift (61), mengucapkan kata-kata itu dengan mimik serius. Mata lelaki itu tak henti memandangi pesona alam pantai di Pulau Belitong.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanjung Kelayang adalah salah satu pantai di Pulau Belitong, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (sebutan resmi). Rod kerap berkunjung sejak beberapa tahun lalu dan selalu menemukan kedamaian. Begitu kepincut hatinya pada Belitong, sampai-sampai dia ingin menghabiskan masa tua di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan di pantai itu memang menggoda. Apalagi, suatu siang pada akhir Juli lalu itu cerah. Langit biru-bersih. Pinggiran Pantai Tanjung Kelayang dihampari pasir putih yang lembut. Air laut jernih. Warna air berlapis biru-hijau-toska—mirip sepenggal lukisan surealis karya seniman asal Spanyol, Salvador Dali.<br />
Di pojok kiri, bergerombol batu granit abu-abu yang membentuk gugusan unik. Agak ke tengah laut, terlihat pulau kecil yang ditandai batu granit besar serupa kepala burung. Masyarakat setempat menyebutnya Pulau Burung.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://farm3.static.flickr.com/2658/3878876578_e873b1197f.jpg"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="belitong" src="http://farm3.static.flickr.com/2658/3878876578_e873b1197f.jpg" alt="pantai belitong" width="500" height="332" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di Pantai Tanjung Tinggi, kita bakal menemukan pesona lebih menggetarkan. Di ujung kanan terdapat cekungan lebih kecil yang dibingkai bebatuan granit. Di cekungan yang disebut Pelabuhan Bilik inilah keindahan mengalir tiada habis.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian kiri bilik itu dihiasi batu granit bertumpuk-tumpuk yang menjorok ke tengah laut. Bagian tengah berupa hamparan pasir putih bersih mirip tepung gula . Beberapa pohon, dengan cabang dan ranting meliuk-liuk, tumbuh sekenanya tetapi pas.<br />
Di sebelah kanan terdapat susunan batu granit lebih banyak lagi. Batu itu besar-besar, bulat, keabu-abuan, membentuk komposisi mengejutkan, tapi harmonis. Di sela-sela bebatuan, air laut keluar-masuk, diantar laju ombak yang pelan.</p>
<p style="text-align: justify;">”Banyak orang bilang, pantai ini mirip gambaran surga. Entahlah, yang pasti inilah keindahan ciptaan Tuhan. Saya tak pernah bosan berkunjung ke sini setiap akhir pekan,” kata Erdwin, pemuda asal Tanjung Pandan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong_beach.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4" style="border: 1px solid black;" title="belitong_beach" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong_beach-300x175.jpg" alt="belitong_beach" width="300" height="175" /></a><strong>Anugerah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Burung, dan Tanjung Tinggi hanya sebagian dari pesona alam di Pulau Belitong. Masih banyak pantai lain yang juga menarik. Pantai-pantai itu berada dalam garis pesisir pulau menghadap Laut China Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejajar dengan dua pantai itu, kita bisa mengunjungi Pantai Bukit Berahu yang menghadap ke barat. Saat matahari terbenam, panoramanya cantik.Di tengah laut, berjarak sekitar 22 kilometer dari garis pantai, ada Pulau Lengkuas. Di pulau ini berdiri mercusuar yang dibangun Belanda tahun 1883. Jika mendaki sampai ke puncak menara, kita bisa melepaskan pandangan ke laut lepas, menatap jejeran pulau-pulau kecil lain, seperti Pulau Burung, Pulau Babi, dan Pulau Haji. Semuanya dipenuhi pepohonan dan susunan batu granit yang elok.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak sepopuler pantai di Belitong, beberapa pantai di Belitong Timur juga mempunyai daya tarik tersendiri. Sebut saja, antara lain, Pantai Burung Mandi, Pantai Nyiur Melambai, atau Pantai Punai. Semua pantai itu juga dianugerahi pesona alam.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat setempat punya cerita, konon nama Belitong, sebutan lama untuk Belitung, berasal dari kata ”Bali yang terpotong”. Namun, beberapa wisatawan malah berpendapat sebaliknya, pantai Belitong lebih menawan ketimbang Pantai Kuta atau Sanur di Bali.</p>
<p style="text-align: justify;">”Saya banyak mendatangi pantai-pantai di Nusantara. Bagi saya, pantai-pantai di Pulau Belitong ini yang terindah,” papar Frans Ahnan (56), lelaki asal Manado yang menetap di Jerman.<br />
Keindahan pasir, air laut, dan batu granit di pulau makin memikat karena dibungkus dalam suasana yang alami alias belum banyak diutak-atik tangan manusia. Jika berkesempatan menyelam atau melongok dengan snorkeling, kita bisa menikmati terumbu karang yang memiliki aneka bentuk dan warna. Itulah rumah bagi berbagai jenis ikan lokal.</p>
<p style="text-align: justify;">”Beruntung Belitong punya pantai seelok ini. Kalau di Eropa, pantai semacam ini pasti diserbu orang,” ujar Frans dengan mata berbinar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantai belitong" src="http://farm3.static.flickr.com/2601/3878089177_131907e43a.jpg" alt="pantaibelitong" width="500" height="375" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pulau Belitong sebenarnya mudah dijangkau dari Jakarta. Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara HAS Hanadjoeddin di Tanjung Pandan, Belitong, hanya sekitar satu jam. Jalan dari pusat kota menuju pantai-pantai itu dekat dan telah teraspal rapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Tanjung Pandan, Pantai Bukit Berahu berjarak sekitar 18 kilometer, Pantai Tanjung Kelayang berjarak 25 kilometer, dan Pantai Tanjung Tinggi berjarak 30 kilometer. Sayangnya, hingga kini belum ada transportasi umum yang rutin mengantarkan penumpang langsung ke pantai-pantai itu. Wisatawan harus mengandalkan fasilitas travel dengan menyewa kendaraan dari Tanjung Pandan.</p>
<p style="text-align: justify;">Soal fasilitas penginapan, mungkin tidak terlalu merisaukan. Beberapa pantai, seperti di Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, dan Bukit Berahu, dilengkapi hotel atau cottage. Di Pantai Kelayang, misalnya, ada Kelayang Beach Cottages. ”Meski fasilitas tidak mewah, suasana di sini tenang, indah, dan alami,” kata Rudi Helwansa, manajer cottage itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketenangan, keindahan, dan kealamian itulah yang membuat banyak orang jatuh cinta pada pantai di Belitong. Suasana itu sungguh menenteramkan, terutama bagi orang-orang kota yang jenuh dengan rutinitas hidup. Wajar saja jika ada pelancong yang ingin mati tua di Belitong. <strong><em>(Ilham Khoiri)</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <em><strong>Kompas Cetak</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="belitung" src="http://farm4.static.flickr.com/3149/3878100435_57e42721b1.jpg" alt="belitung" width="500" height="375" /></strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pulau belitung" src="http://farm3.static.flickr.com/2560/3878891636_4453305882.jpg" alt="pulau belitung" width="500" height="350" /></strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong><br />
</strong></em></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><a href="http://www.pasirpantai.com/search/pantai+belitong/" title="pantai belitong">pantai belitong</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/belitong/" title="belitong">belitong</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/pulau+bira+besar/" title="pulau bira besar">pulau bira besar</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/gambar+burung+pantai/" title="gambar burung pantai">gambar burung pantai</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/pantai+tanjung+tinggi/" title="pantai tanjung tinggi">pantai tanjung tinggi</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/pulau+bira/" title="pulau bira">pulau bira</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/foto+pantai+tanjung+kelayang/" title="foto pantai tanjung kelayang">foto pantai tanjung kelayang</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/suasana+tanjung+kelayang/" title="suasana tanjung kelayang">suasana tanjung kelayang</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/gambar+cekungan+sulawesi/" title="gambar cekungan sulawesi">gambar cekungan sulawesi</a>, <a href="http://www.pasirpantai.com/search/penginapan+di+belitong/" title="penginapan di belitong">penginapan di belitong</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.483 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/pantai-belitong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
