<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PasirPantai.com &#187; Sumatera</title>
	<atom:link href="http://www.pasirpantai.com/category/sumatera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pasirpantai.com</link>
	<description>Tempat Berbagi Informasi Pantai di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 02:37:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Indahnya Pantai Mutun Plus Bonus Pulau Tangkil Lampung</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/indahnya-pantai-mutun-plus-bonus-pulau-tangkil-lampung/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/indahnya-pantai-mutun-plus-bonus-pulau-tangkil-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 02:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[lampung]]></category>
		<category><![CDATA[mutun]]></category>
		<category><![CDATA[pantai lampung]]></category>
		<category><![CDATA[tangkil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Selain pantai pasir putih dan kalianda, lampung memiliki pantai lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, Pantai mutun misalnya. Pantai yang berjarak sekitar 20-30 menit perjalanan dari kota Bandar lampung ini menawarkan keindahan pasirnya yang putih, berbeda dengan sebagian pantai di pulau jawa yang berpasir hitam. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan hijaunya pepohonan, sawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selain pantai pasir putih dan kalianda, lampung memiliki pantai lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, <strong>Pantai mutun</strong> misalnya. Pantai yang berjarak sekitar 20-30 menit perjalanan dari kota Bandar lampung ini menawarkan keindahan pasirnya yang putih, berbeda dengan sebagian pantai di pulau jawa yang berpasir hitam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan hijaunya pepohonan, sawah dan pegunungan yang saying untuk dilewatkan. Tapi  Sayang sekali, saat memasuki memasuki jalan setapak setelah kita mendapati plang sederhana bertuliskan “Pantai Mutun”, kita akan melewati jalan berbatu dan berdebu selama 5 – 10 menit.<strong></strong></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-157" title="pantai-mutun-1" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-1.jpg" alt="pantai mutun 1" width="500" height="332" /></a></strong></h3>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Suasana dan Keindahan Pantai Mutun</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya pantai pada umumnya, pulau mutun menawarkan suasana laut dan wisata air. Meskipun tidak terlalu wah, tapi anda bisa menikmati air disini, dengan berenang atau sekedar berjalan menyusuri pantai.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi anda yang tidak bisa berenang, bisa menkmati air laut yang tenang dengan menyewa ban renang atau bermain kano. Hanya dengan biaya sewa sekitar Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000 saja per kano, kita bisa menikmati olahraga ini selama satu jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Harga tiket masuk (HTM) pantai mutun tidak begitu mahal, hanya Rp. 2500 per oeang atau Rp. 5000 per mobil.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai landai yang terbentang menghadap selat sunda ini juga pernah merasakan terjangan Tsunami dalam ledakan Krakatau pada tahun 1883 silam. Hal itu tidak mengurangi keindahan pantai yang terkombinasi dari laut dan hutan di sepanjang pantai mutun.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-158" title="pantai-mutun-2" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-2.jpg" alt="pantai mutun 2" width="400" height="529" /></a></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Daya Tarik Pulau Tangkil</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya yang menjadi daya tarik dari pantai ini adalah pulau kecil yang terletak tidak jauh dari pantai mutun. <strong>Pulau Tangkil</strong> yang mungil itu menawarkan pesona keindahan yang masih terjaga keaslianya. Dengan pantainya yang inda dan airnya yang jernih. Untuk menuju ke pulau ini anda bisa menyewa jasa perahu untuk menyebrang. Dengan biaya sekitar 5000 rupiah anda sudah bisa sampai di pulau tangkil.  Jangan khawatir tidak bisa kembali pulang, anda bisa minta perahu yang mengantarkan anda untuk menjemput kembali saat anda ingin pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya lebih bersih, tapi pulau ini juga lebih sepi pengunjung dibandingkan pantai mutun. Anda bisa menghabiskan waktu untuk berenang atau sekedar berjalan mengelilingi pantai di pulau kecil ini dengan santai dan nyaman. Namun anda harus berhati-hati, karena banyak terdapat bulu babi di beberapa tempat tertentu di sekitar pantai pulau tangkil ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-159" title="pantai-mutun-3" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2012/02/pantai-mutun-3.jpg" alt="pantai mutun lampung" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jika merasa lelah, anda tidak perlu reput untuk menyebrang kembali ke pulau mutun, karena di pantai kecil ini sudah tersedia gubuk-gubuk yang bisa disewa untuk beristirahat. Tidak hanya itu dibagian tengah pulau juga terdapat area untuk  melakuka games outbond.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sarankan bagi anda yang ingin berkunjung ke pantai mutun atau pulau tangkil untuk datang lebih awal, karena terbatasnya jumlah fasilitas disini, sangat mungkin bagi anda untuk tidak kebagian tempat istirahat atau pondok-pondok yang disewakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sekitar pulau mutun juga terdapat penginapan yang relative murah, yakni sekitar 150 ribu rupiah per malam. Jadi jangan takut jika anda terlena menukmati suasana di pantai mutun sehingga kemalaman untuk pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat menikmati perjalanan anda di <span style="text-decoration: underline;">pantai mutun</span>, jangan lupa bagi anda yang berasal dari luar daerah smpatkan untuk membeli oleh-oleh khas lampung, berupa kerajinan dari kulit kerang atau keripik pisang yange merupakan makanan khas daerah setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">image from: flickr.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/indahnya-pantai-mutun-plus-bonus-pulau-tangkil-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Belitong Tak Lengkap Tanpa Kopi</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 15:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belitong]]></category>
		<category><![CDATA[belitung]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi sosial]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi sosial masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pasir]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang mengatakan, Anda tak sah disebut pernah mengunjungi Pulau Belitung jika belum mencicipi secangkir kopi di sana. Minum kopi adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Belitung. Tak heran jika warung kopi banyak bertebaran di pulau itu. Belitung, pulau kecil penghasil timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara administratif dibagi menjadi dua, yaitu Belitung dengan ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong-kopi-akiong.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-85" title="belitong kopi akiong" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong-kopi-akiong.jpg" alt="belitong kopi akiong" width="298" height="225" /></a>Banyak orang mengatakan, Anda tak sah disebut pernah mengunjungi Pulau Belitung jika belum mencicipi secangkir kopi di sana. Minum kopi adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Belitung. Tak heran jika warung kopi banyak bertebaran di pulau itu.</p>
<p>Belitung, pulau kecil penghasil timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara administratif dibagi menjadi dua, yaitu Belitung dengan ibu kota Tanjung Pandan dan Belitung Timur dengan ibu kota Manggar.</p>
<p>Begitu lekatnya budaya minum kopi sampai-sampai Kota Manggar menjadikan warung kopi sebagai ikon baru industri pariwisata. Hari ini, Rabu (19/8), kota itu menggelar acara massal minum kopi susu sekaligus mencanangkan Manggar sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”</p>
<p>Di kota Manggar, puluhan warung kopi bisa dijumpai berjajar di sepanjang ruas jalan di kawasan pusat kota atau Pasar Manggar. Meja dan bangku tempat warga berkumpul minum kopi berjejer memenuhi pinggir jalan. Tinggal memilih warung kopi mana yang Anda suka.</p>
<p>Kedai Kopi Ake</p>
<p>Begitu pula di Tanjung Pandan, warung kopi atau kedai kopi amat mudah dijumpai. Konon kata orang, Kedai Kopi Ake di Pasar Tanjung Pandan amatlah kesohor. Ke sanalah saya mencicipi secangkir kopi saat mengunjungi Tanjung Pandang beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jangan bayangkan kedai kopi ini berupa bangunan berdesain keren ala kafe-kafe di Jakarta. Kedai kopi ini terletak di tengah bangunan ruko berdinding kusam yang sebagian catnya mengelupas. Di tengah ruko itu ada sepetak pelataran. Di situlah kedai kopi ini berdiri selama puluhan tahun.</p>
<p>Ada banyak gelas di depan warung itu. Bangunannya jauh dari bagus. Beberapa bagian dinding warung itu gompal. Sementara atapnya dari seng yang sebagian sudah berkarat berwarna coklat tua kehitaman. Di depan warung itu ada meja-meja kecil. Sebagian meja kayu sebagian lagi meja bundar dari semen. Jika ingin duduk di dalam juga ada meja panjang yang menempel di dinding.</p>
<p>Bukan sekadar minum kopi</p>
<p><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitongkopi.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-86" title="belitongkopi" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitongkopi.jpg" alt="belitongkopi" width="298" height="225" /></a>Di Belitung, seperti halnya kebudayaan pesisir di Sumatera, orang minum kopi bukan sekadar menikmati kopinya. Jauh lebih penting dari rasa secangkir kopi adalah interaksi sosial dalam momen minum kopi itu. Maka minum kopi di kedai kopi akan kehilangan makna kalau kita menikmatinya sendirian. Berbeda dengan kedai kopi ala Starbucks di Jakarta di mana orang datang sendiri lalu membuka laptop.</p>
<p>Dalam tradisi Melayu pesisir, minum kopi adalah momen berbagi cerita dan informasi. Juga momen untuk diskusi. Tak heran kalau menghabiskan secangkir kopi bisa mamakan waktu berjam-jam.</p>
<p>“Kalau Anda mau tahu ada apa di Belitung hari ini, tidak perlu membeli koran. Datang saja ke kedai kopi. Semua informasi akan Anda dapatkan di sana,”jelas Kusumah, pemandu perjalanan kami dari agen perjalanan setempat.</p>
<p>Kawasan warung kopi Ake dikenal dengan sebutan Kafe Senang. Entah dari mana asal-usul itu. Dari dulu sudah disebut demikian. Warung kopi Ake sendiri sudah ada di tempat itu selama empat generasi. Warung itu kini dijaga oleh Akiong (53), anak Ake (75), yang sekarang tinggal di Jakarta. Warung kopi pertama kali didirikan oleh kakek Ake. Akiong tidak tahu tahun berapa persisnya warung kopi ini berdiri.</p>
<p>Di Belitung secangkir kopi disajikan dengan cara yang khas. Bubuk kopi tidak dituang satu-satu ke masing-masing gelas melainkan diaduk dalam sebuah gelas besar. Dari gelas besar itu kopi dituangkan ke dalam gelas dengan saringan berbentuk seperti kaus kaki. Dengan cara ini ampas kopi tidak ikut dalam gelas yang disajikan kepada pelanggan.</p>
<p>Saya pernah minum kopi di beberapa kedai kopi di Jambi, Lhokseumawe, dan Medan. Dengan kadar kekentalan yang berbeda cita rasa kopinya sama. Di warung Ake, kopi yang disajikan tidak terlalu pekat, meski warnanya hitam. Selain panas, kopi di sana juga lazim disajikan dingin dengan es atau dicampur susu kental manis.</p>
<p>sumber:kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/ke-belitong-tak-lengkap-tanpa-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mentawai Si Cantik nan Eksotis</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/mentawai/mentawai-si-cantik-nan-eksotis/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/mentawai/mentawai-si-cantik-nan-eksotis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 16:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[eksotis]]></category>
		<category><![CDATA[gambar pulau mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[mentawai beach]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pantai mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[pulau]]></category>
		<category><![CDATA[pulau mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[tempat wisata di mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata pulau mentawai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah tempat tidur busa disimpan di uma atau rumah adat Mentawai di Butui, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Keberadaan barang buatan pabrik itu amat mencolok dibandingkan dengan isi uma lainnya, seperti tengkorak binatang dan peralatan memasak yang semuanya dibuat warga Mentawai. &#8220;Tempat tidur itu untuk para turis. Mereka juga yang membelinya, juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/mentawai-surfing.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-43" title="mentawai surfing" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/mentawai-surfing-150x150.jpg" alt="mentawai surfing" width="150" height="150" /></a>Sejumlah tempat tidur busa disimpan di uma atau rumah adat Mentawai di Butui, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Keberadaan barang buatan pabrik itu amat mencolok dibandingkan dengan isi uma lainnya, seperti tengkorak binatang dan peralatan memasak yang semuanya dibuat warga Mentawai.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tempat tidur itu untuk para turis. Mereka juga yang membelinya, juga barang lain seperti tas,” kata Aman Jazali, sikerei yang menghuni rumah adat tersebut. Sikerei adalah pemimpin upacara adat.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Jazali, hampir setiap minggu ada saja turis asing—biasanya dari Amerika dan Eropa—yang menginap 1-2 malam di uma. Ada dua daya tarik di situ: mengalami sendiri kehidupan suku Mentawai yang eksotis serta menikmati aliran Sungai Butui nan jernih serta dikelilingi pasir dan bebatuan putih di depan uma.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="mentawai beach" src="http://farm3.static.flickr.com/2522/3866720326_76d2415ffc.jpg" alt="mentawai beach" width="500" height="374" /></p>
<p style="text-align: justify;">Eksotisme ala Butui tersebut masih ditambah indahnya perjalanan untuk mencapainya, yaitu naik pompong—perahu kayu dengan mesin tempel—selama sekitar 4 jam dari Muara Siberut, ibu kota Kecamatan Siberut Selatan, menuju Desa Madobag. Dari Madobag, berjalan kaki sekitar 1,5 jam melalui hutan untuk menuju uma.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Muara Siberut dapat ditempuh dengan naik kapal motor selama 10-12 jam dari Padang, Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Eksotisme Mentawai</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran wisatawan asing ini membuat Jazali memperoleh pemasukan yang lumayan karena setiap rombongan biasa memberinya uang sebelum pergi. Selain itu, juga membuatnya mampu sedikit berbahasa Indonesia, Inggris, dan berhitung.</p>
<p style="text-align: justify;">”Saat menginap di sini, pemandu wisata dan turis asing itu sering mengajari saya dan juga keluarga,” kata Jazali yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Sementara ketiga anaknya sekarang belajar di sekolah hutan yang dikelola seorang biarawan karena sekolah formal berada jauh dari umanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran turis asing juga membuat sejumlah tempat di Mentawai ditumbuhi resor mewah, terutama di kawasan pantai yang memiliki ombak yang baik untuk selancar. Di resor-resor itu turis berduit menikmati eksotisme Mentawai yang terdiri dari 213 pulau sekaligus untuk berselancar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ombak di kepulauan Mentawai—oleh berbagai organisasi selancar—merupakan terbaik ketiga sejagat setelah Hawaii dan Tahiti.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="surf mentawai" src="http://farm4.static.flickr.com/3421/3866718206_d1d32c9de9.jpg" alt="Surf mentawai" width="471" height="314" /></p>
<p style="text-align: justify;">Di Mentawai, selancar biasanya dilakukan di Pulau Nyangnyang, Karang Majat, Masilok, Botik, dan Mainuk. Puncak kunjungan wisatawan ada di bulan Juli dan Agustus. Saat itu ketinggian ombak di Mentawai mencapai 7 meter.</p>
<p style="text-align: justify;">”Pulau yang cantik. Saya akan datang ke sini lagi,” kata Andrea, wisatawan dari Italia, tentang Mentawai yang dikunjunginya selama satu minggu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cagar biosfer</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selain cantik, Mentawai juga berperan penting bagi konservasi. Sejak tahun 1981, Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan Pulau Siberut di Mentawai sebagai salah satu cagar biosfer sehingga keberadaannya harus dilindungi dan dijauhkan dari eksploitasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Keeksotisan Siberut ditambah adanya empat primata endemik Mentawai, yaitu simakobu atau monyet ekor babi (Simias concolor), bilou atau siamang kerdil (Hylobates klosii), joja atau lutung mentawai (Presbytis potenziani), dan beruk mentawai (Macaca pagensis).</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk meneliti kekayaan primata Mentawai ini, Pusat Primata Universitas Gottingen, Jerman, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor mendirikan Proyek Konservasi Siberut.</p>
<p style="text-align: justify;">Terabaikan</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, berbagai keunggulan itu seolah belum mampu membuat negara untuk melihat Mentawai secara lebih serius. Fasilitas umum seperti kesehatan dan pendidikan di daerah kaya itu umumnya masih terbengkalai. Aliran listrik dan jalan amat terbatas.</p>
<p style="text-align: justify;">”Dinas Pariwisata belum pernah datang ke sini. Jika ada wisatawan yang datang, ya sudah, kami tangani sendiri,” kata Sekretaris Desa Madobag Matheu Sabaggalek.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="mentawai" src="http://farm3.static.flickr.com/2453/3866077599_98e0ebbb30.jpg" alt="mentawai island" width="426" height="326" />Akibatnya lebih jauh, warga tidak hanya belum memiliki panduan yang jelas untuk mengelola daerahnya. Sejumlah aset di daerah itu juga mulai dikelola orang asing, seperti resor mewah di sejumlah lokasi selancar. ”Tanah resor itu masih milik warga Mentawai. Namun, karena tidak tahu dan tidak memiliki modal untuk mengelolanya, lalu disewakan ke orang asing,” kata Matheu.</p>
<p style="text-align: justify;">Matheu juga menceritakan, sudah ada turis Kanada yang menawarkan diri untuk memberikan modal menata air terjun Kulu Kubuk yang ada di daerahnya. ”Turis itu sudah menawarkan Rp 25 juta sebagai modal, dan pengelolaannya tetap diserahkan ke kami. Namun, warga yang punya tanah masih belum memperbolehkan,” kata Matheu.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara perlu mengatur jangan sampai kekayaan alam ini jatuh ke tangan asing, antara lain membekali kemampuan masyarakat setempat mengelola kawasan mereka. Jika tidak, kekayaan alam Mentawai nan cantik ini sangat mungkin diserahkan pengelolaannya ke tangan asing. Bila demikian, apa arti makna kehadiran negara Indonesia di Mentawai?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>(Agnes Rita Sulistyawaty dan M Hernowo)<br />
Sumber: Kompas.com</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Foto foto:</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantai mentawai" src="http://farm4.static.flickr.com/3266/3866080733_6fc072ed6d.jpg" alt="pantai mentawai" width="500" height="333" /></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantai mentawai2" src="http://farm4.static.flickr.com/3434/3866085579_d954104232.jpg" alt="pantai mentawai" width="500" height="315" /></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pulau mentawai" src="http://farm3.static.flickr.com/2547/3866863954_278d8c1bb0.jpg" alt="pulau mentawai" width="500" height="332" /></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantaimentawai" src="http://farm3.static.flickr.com/2524/3866866506_82e5bec43e.jpg" alt="pantaimentawai" width="500" height="333" /></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantai mentawai " src="http://farm3.static.flickr.com/2514/3866725224_a34c08e8e1.jpg" alt="pantai mentawai" width="500" height="338" /><br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/mentawai/mentawai-si-cantik-nan-eksotis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Cubadak &#8211; Surga di Sumatera</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/pulau-cubadak/pulau-cubadak-surga-di-sumatera/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/pulau-cubadak/pulau-cubadak-surga-di-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 16:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pulau Cubadak]]></category>
		<category><![CDATA[cubadak]]></category>
		<category><![CDATA[gambaran surga]]></category>
		<category><![CDATA[pantai cubadak]]></category>
		<category><![CDATA[pantai sumatera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Kawasan Cubadak pada mulanya adalah bekas kawah dengan luas sekitar 40 km persegi. Pulau ini tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini. Cubadak merupakan salah satu dari puluhan pulau kecil di lepas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/pulau-cubadak2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-37" style="border: 1px solid black;" title="pulau cubadak2" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/pulau-cubadak2-300x225.jpg" alt="pulau cubadak2" width="400" height="299" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kawasan Cubadak pada mulanya adalah bekas kawah dengan luas sekitar 40 km persegi. Pulau ini tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini. Cubadak merupakan salah satu dari puluhan pulau kecil di lepas pantai Sumatra Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya ada banyak pulau kecil yang berpotensi besar di kawasan ini. Diantaranya Mentawai, Sipagang, Sikuai, Pasumpahan, Sirandah, Penyu, dan lain-lain. Sayangnya baru Cubadak dan Mentawai yang sudah digarap dan dipromosikan dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Pulau Cubadak yang namanya telah mendunia dan menjadi ikon Kabupaten Pesisir Selatan ini memiliki luas wilayah 5.749 km persegi dan berada 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Dengan posisi memanjang dari utara ke selatan di bagian barat Sumatra Barat, Pesisir yang memiliki 218 km panjang pantai memang memiliki potensi di bidang pariwisata.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black;" src="http://farm3.static.flickr.com/2665/3865898953_6a4da898e9.jpg" alt="cubadak-island" width="295" height="150" />Kawasan Cubadak pada mulanya adalah bekas kawah dengan luas sekitar 40 km persegi. Pulau ini tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini.<br />
Panjang pantainya lebih 1,5 km dan lahan yang dikuasai pengelola Cubadak adalah sekitar tujuh hektar. Jika Mentawai adalah surga para peselancar, maka Cubadak adalah surga para penyelam karena dasar laut yang mengelilingi pulau ini ditumbuhi terumbu-terumbu karang yang indah dan ikan hias warna-warni.</p>
<p style="text-align: justify;">Di antara wisatawan Eropa lainnya, orang Jerman termasuk yang cukup antusias berkunjung ke pulau yang dijuluki Paradiso Village ini. Semua itu tak lepas dari promosi gencar dari sejumlah media di Jerman tujuh tahun yang lalu. Saat itu, satu tim TV Bavarian datang ke Cubadak untuk menggarap sebuah film dokumenter. Mereka melakukan pengambilan gambar dari berbagai sudut untuk menggambarkan keindahan Cubadak.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah diputar di Jerman, film berdurasi 30 menit itu mendapat sambutan yang luas dan mampu menjadi magnit bagi orang Jerman untuk datang ke Cubadak. Ratusan telepon pun masuk ke stasiun TV tersebut. Mereka umumnya menanyakan bagaimana perjalanan ke Sumatra Barat, Indonesia. Sebab selama ini mereka hanya mengenal Bali atau Lombok.<br />
Selain itu, sejumlah media cetak saat itu juga menulis artikel panjang soal pulau &#8220;surga&#8221; ini. Majalah wanita Bild de Rau misalnya, memuat tulisan berjudul &#8220;Pulau Tersenyap di Dunia&#8221; dan koran Munchener Abendpost menulis &#8220;Bagaimana Mencapai Pulau Cubadak&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="cubadak" src="http://farm3.static.flickr.com/2532/3865905333_28ba9f5753.jpg" alt="cubadak" width="500" height="334" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Menurut Tom Plummer, pengelola kapal pesiar berkebangsaan Australia yang sudah lama berdomisili di Padang, banyak sekali wisatawan asing yang awalnya tidak menyangka keistimewaan Pulau Cubadak. Bahkan tak jarang para wisatawan yang datang ke Sumatra Barat pada awalnya mengeluhkan perjalanan dari Bandara Tabing ke Carocok yang lumayan melelahkan karena jalannya berbelok-belok dan banyak tikungan. &#8220;Tapi begitu sampai di Pulau Cubadak, mereka akan kaget betapa indahnya pulau ini dan sama sekali tidak menyesal pernah ke sana,&#8221; ujar Tom.</p>
<p style="text-align: justify;">Tom yang kini juga mengelola sebuah toko olahraga di Jalan Hiligoo Padang bahkan berani mengatakan bahwa orang yang datang ke Cubadak pasti akan terkesan. Paduan olahraga air sambil menikmati kesenyapan pulau ini bakal menimbulkan kerinduan yang akan membuat pengunjung ingin kembali lagi ke sini. Nah untuk membuktikannya rasanya Anda mesti berkunjung ke sana sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis : Budi Putra<br />
Sumber : Tempo News Room</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/pulau-cubadak/pulau-cubadak-surga-di-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Belitong &#8211; Ingin Mati Tua Saja</title>
		<link>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/pantai-belitong/</link>
		<comments>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/pantai-belitong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 14:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PasirPantai.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belitong]]></category>
		<category><![CDATA[pantai belitong]]></category>
		<category><![CDATA[pantai sumatera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pasirpantai.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pesona dan keindahan Pulau dan Pantai Belitong memang luar biasa. Seorang wisatawan Inggris yang bernama Rod Swift sampai berucap ia ingin mati tua di pulau belitong. Ini mencerminkan betapa ketakjuban seorang wisatawan asing, yang rela menghabiskan hidupnya di belitong karena keindahannya. Pantai Tanjung Kelayang adalah Pantai yang sering dikunjungi Rod. Di pantai tersebut Rod sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3013/3878102923_b7079b59be.jpg"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="belitong" src="http://farm4.static.flickr.com/3013/3878102923_b7079b59be.jpg" alt="belitong" width="500" height="334" /></a></p>
<p>Pesona dan keindahan Pulau dan <strong>Pantai Belitong</strong> memang luar biasa. Seorang wisatawan Inggris yang bernama Rod Swift sampai berucap ia ingin mati tua di pulau belitong. Ini mencerminkan betapa ketakjuban seorang wisatawan asing, yang rela menghabiskan hidupnya di belitong karena keindahannya.</p>
<p>Pantai Tanjung Kelayang adalah Pantai yang sering dikunjungi Rod. Di pantai tersebut Rod sangat terpincut dan mengagumi keindahannya. Pantai pasir putih, langit yang biru dan jernih serta air biru yang menghampar dengan indahnya. Di pantai tanjung kelayang belitong kita juga dapat melihat segumpulan batu granit yang membuat bentuk bentuk unik. Agak menjauh kita bisa menyaksikan batu granint besar yang membentuk sebuah pulau, masyarakat sekitar menamainya dengan Pulau Burung.</p>
<p><a style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="belitong" src="http://farm3.static.flickr.com/2658/3878876578_e873b1197f.jpg" alt="pantai belitong" width="500" height="332" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pantai Lain yang indah di Pulau Belitong adalah pantai tanjung tinggi. Bebatuan granit yang membentuk cekungan, dimana terdapat pelabuhan bilik, menyajikan keindahan yang luar biasa dan tiada habisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dipinggir bebatuan granit, di bagian tengah adalah pasir putih yang bersih. Pohon pohon yang tumbuh secara alami namun serasi menyajikan hamparan pantai yang lebih indah. Orang bilang pantai tanjung tinggi ini serasa disurga. Air laut yang masuk lewat bebatuan, pasir putih serta langit biru menjajikan pengalaman berwisata yang mempesona.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong_beach.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4" style="border: 1px solid black;" title="belitong_beach" src="http://www.pasirpantai.com/wp-content/uploads/2009/09/belitong_beach-300x175.jpg" alt="belitong_beach" width="300" height="175" /></a><strong>Anugerah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di Pulau belitong ada banyak pantai pantai yang indah. Umumnya pantai-pantai ini menghadap Laut China Selatan. Lebih kebarat, kita dapat menemi pantai bukit perahu. Pantai ini sangat cocok untuk menikmati sunset. Karena posisinya yang menghadap ke arah matahari terbenam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak jauh dari pantai bukit perahu kita dapat melihat Pulau Lengkuas, dimana diatasnya terdapat sebuah mercu suar belanda yang amat tua. Sejak dibangun tahun 1883, mercu suar ini masih berdiri dengan kokoh. Jika kita berkesempatan naik ke menaranya, pemandangan indah akan tersaji karena kita dapat melihat beberapa pulau pulau kecil yang elok dan menawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai di belitong timur, walau tak seterkenal pantai belitong barat. juga menawarkan pesona yang tak kalah indahnya. Pantai burung mandi, pantai nyiur melambai dan pantai punai adalah pantai di sisi timur belitong yang layak anda kunjungi jika berwisata ke sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Nama Belitong, menurut cerita yang tersebar di masyarakat, merupakan asal muasal dari sebutan &#8220;bali yang terpotong&#8221;. Walau cukup banyak wisatawan yang menganggap bahwa pantai belitong lebih indah jika dibandingkan dengan pantai pantai di bali. Ya, terlebih lagi karena di belitong pantainya masih indah, bersih dan alami. Susunan batu granit di jejeran pantai yang alami semakin menambah pesona belitong Ditambah lagi dengan pemandangan bawah laut seperti terumbu karang, dan ikan ikan yang mempesona. Belitong memang sungguh indah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pantai belitong" src="http://farm3.static.flickr.com/2601/3878089177_131907e43a.jpg" alt="pantaibelitong" width="500" height="375" /></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menuju pulau belitong, mudah saja. Dari Jakarta penerbangan ke tanjung pandan belitong tersedia setiap hari. Dengan waktu tempuh kurang lebih 60 menit. Selain itu jalan dari Kota ke lokasi lokasi pantai juga sudah terbuka dan beraspal baik.</p>
<p>Jarak pantai dari tanjung pandan juga tidak terlalu jauh, pantai tanjung tinggi berjarak kurang lebih 30 km. Sayang angkutan umum belum tersedia dengan baik. Untuk mempermudah perjalanan anda, anda dapat menyewa jasa transportasi yang disediakan travel agent setempat.</p>
<p>Namun anda tak perlu cemas soal penginapan, cukup banyak cottages yang tersedia, meski tidak terlalu mewah, namun suasana tenang dan alami menjadi nilai tambah tersendiri.</p>
<p>Keindahan alami yang memukau, serta ketenangan di pulau belitong, adalah hal yang membuat banyak orang jatuh cinta pada pantai belitong. Wajar saja jika ada wisatawan yang ingin menikmati hidupnya dan mati tua di Pulau Belitong.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <em><strong>Kompas Cetak</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="belitung" src="http://farm4.static.flickr.com/3149/3878100435_57e42721b1.jpg" alt="belitung" width="500" height="375" /></strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="pulau belitung" src="http://farm3.static.flickr.com/2560/3878891636_4453305882.jpg" alt="pulau belitung" width="500" height="350" /></strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong><br />
</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pasirpantai.com/sumatera/belitong/pantai-belitong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

