Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta

Rating: 89 out of 100, by 104 users
Wisata Pantai Ngrenehan - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta

Pantai Ngrenehan merupakan salah satu pantai tujuan wisata Gunung Kidul yang terletak di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari, kurang lebih 30 km di sebelah selatan kota Wonosari. Suatu pantai berupa teluk yang dikelilingi hamparan perbukitan kapur dan memiliki panorama yang sangat memukau dengan deburan ombak menerpa pasir putih.

Pantai Ngrenehan merupakan pantai nelayan, para wisatawan dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh-oleh.

Pantai Ngrenehan adalah satu dari puluhan wisata pantai yang terbentang di sepanjang pesisir selatan Yogyakarta. Meskipun pantai ini tidak seterkenal dengan wisata pantai lainnya, seperti Baron, Kukup, Krakal, atau Sadeng, Pantai Ngrenehan menyajikan beragam menu wisata pantai yang cukup lengkap dan menarik.

Panorama Pantai Ngrenehan - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta
Keindahan Pantai Ngrenehan - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta

Menu wisata tersebut bisa dilihat dari keindahan gugusan batu karang yang terletak di mulut teluk, hamparan pantai berpasir putih, suara-suara hempasan ombak laut selatan di dindingdinding perbukitan batu karang, berbagai sajian kuliner sea food yang masih segar, hingga pemandangan aktivitas para nelayan di sekitar pantai.

Menurut sejarahnya, nama Ngrenehan merupakan pemberian Raja Demak yang bernama Raden Fatah, putra dari Prabu Brawijaya V. Prabu Brawijaya V sendiri adalah raja Majapahit yang memerintah tahun 1464-1478 M.

Konon, suatu ketika Raden Fatah datang ke kawasan ini hendak mencari ayahnya yang melarikan diri bersama dua orang istrinya (Dewi Lowati dan Bondang Surati) karena enggan untuk memeluk agama Islam. Namun, saat tiba di kawasan ini, Raden Fatah tidak menemukan mereka.

Akhirnya, ia mengajak para petinggi-petinggi Kerajaan Demak untuk berembuk (musyawarah) tentang bagaimana cara menemukan orang tuanya. Dari peristiwa inilah muncul istilah pangrena yang berarti ajakan. Kata pangrena berasal dari kata reneh yang berarti sini. Kemudian masyarakat di sekitar kawasan ini mengubahnya menjadi ngrenehan yang berarti kemarilah ke sini. Kata reneh yang diberi awalan ‘ng’ dan akhiran ‘-an’ berarti menunjuk pada suatu tempat, yaitu Pantai Ngrenehan.

Secara fisik, Pantai Ngrenehan tidak jauh beda dengan Pantai Baron. Hanya saja, pantai ini relatif lebih sempit daripada Pantai Baron. Pantai Ngrenehan merupakan pantai teluk dengan luas sekitar 100 m2. Pantai ini diapit oleh dua bukit batu karang yang menjorok ke laut sehingga ombak besar dari arah laut Samudera Hindia tidak secara langsung menghempas ke pantai karena terhalang oleh dua bukit karang tersebut.

Pada dinding-dinding tebing bukit batu karang tampak lubang-lubang kecil mirip dengan goa akibat kerasnya hempasan gelombang laut yang datang setiap saat. Saat memasuki kawasan Pantai Ngrenehan, para wisatawan akan disambut oleh deretan warung makan di sebelah kiri dan kanan jalan. Di antara deretan warung makan tersebut berdiri sebuah bangunan tembok berwarna putih, yakni Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Di ujung sebelah kanan deretan warung makan terdapat sebuah bangunan berbentuk rumah joglo yang merupakan tempat para bakul ikan menjajakan beragam jenis hasil laut yang masih segar untuk para pengunjung. Semenjak dijadikan sebagai pelabuhan penangkapan ikan sekitar tahun 1980-ansebelum fajar menyingsing di ufuk timur, para nelayan sudah mulai memadati pantai ini.

Para Nelayan tersebut mulai melakukan berbagai aktivitas kenelayanan seperti menyiapkan perahu dan alat-alat tangkap ikan yang akan digunakan. Suasana di pantai ini akan bertambah semakin ramai pada pukul 10.00-11.00 karena para nelayan telah kembali dari melaut. Biasanya para nelayan tersebut akan disambut oleh istri dan keluarga yang membantu menjual hasil tangkapan mereka di TPI. Tentu saja suasana tersebut akan menambah menarik suasana pantai ini.

Para pemilik warung pun mulai sibuk melayani para pengunjung yang sengaja datang ke pantai ini untuk menikmati beragam jenis sea food segar. Bagi Anda penikmat sea food, waktu paling baik untuk berkunjung ke pantai ini yaitu bulan September hingga Desember karena pada waktu tersebut ditengarai sebagai musim banyak ikan.

B. Keistimewaan

Setiba di kawasan Pantai Ngrenehan, pengunjung dapat beristirahat sejenak di warung-warung makan sambil menikmati beragam jenis minuman untuk melepaskan lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Pengunjung yang tiba di saat hari menjelang siang atau sore hari dapat langsung memesan beragam masakan sea food segar.

Pengunjung tidak perlu menunggu terlalu lama karena bahan-bahan yang dipesan sudah tersedia sehingga penyajiannya pun sekejap. Namun, bagi pengunjung yang tiba lebih pagi (di bawah pukul 10.00 pagi), maka harus bersabar menunggu karena para nelayan belum kembali dari melaut.

Sembari menunggu, pengunjung dapat terlebih dahulu berkeliling-keliling menikmati keindahan panaroma di sekitar pantai. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan gugusan batu karang yang terletak di sisi kanan dan kiri pantai dan deburan ombak yang menerpa hamparan pasir putih.

Pengunjung dapat bermain-main gulungan-gulungan ombak kecil di sepanjang bibir pantai. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan lebih dekat berbagai aktivitas para nelayan di kawasan pantai seperti memperbaiki perahu, merajut jaring, mengangkat ikan hasil tangkapan, dan menimbang ikan di TPI.

Bagi yang gemar memancing, pengunjung dapat memancing bersama dengan nelayan di pinggirpinggir batu karang. Jika ingin menikmati eksotisme lanskap Pantai Ngrenehan dari sudut pandang yang lebih luas, pengunjung dapat naik ke atas bukit batu karang yang berada di sebelah kiri pantai dengan melalui sejumlah anak tangga. Namun, pengunjung disarankan untuk berhati-hati, terutama bagi yang takut ketinggian,sebab jalan menuju ke atas bukit itu cukup terjal.

Dari atas bukit itu, pengunjung dapat menyaksikan landscape Pantai Ngrenehan secara kesuluruhan, deretan perahu nelayan di sepanjang pantai pasir putih, dan keindahan laut lepas. Menikmati keindahan panorama alam kawasan Pantai Ngrenehan di atas bukit tersebut dijamin dapat mengilangkan segala kejenuhan.

Selain sebagai tempat wisata yang menarik, Pantai Ngrenehan dijadikan oleh para nelayan melakukan beberapa upacara melarung sesaji. Pertama upacara Kliwonan, yaitu setiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon nelayan membuang makanan dan berbagai jenis bunga dan buah-buahan ke laut sebagai persembahan kepada makhluk halus yang dipercaya sebagai penunggu atau penguasa Laut Selatan.

Kedua, upacara labuhan, yaitu upacara yang dilaksanakan setiap malam tanggal 1 Sura (1 Muharram dalam penanggalan Islam). Upacara ini bersifat umum dan tergolong besar karena melibatkan seluruh warga masyarakat yang berada di sekitar Pantai Ngrenehan.

Oleh karena itu, dana yang diperlukan dalam upacara ini juga tidak tanggung-tanggung yaitu bisa mencapai puluh juta rupiah karena digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan seperti pementasan wayang atau musik campur sari dan untuk membuat bermacam-macam sesaji menuju ke pantai untuk kemudian dilarung ke tengah laut dengan menggunakan perahu. Pelaksanaan upacara labuhan ini dimaksudkan agar para nelayan terhindar dari gangguan penguasa Laut Selatan dan berharap memperoleh rejeki yang banyak dari laut.

C. Lokasi

Pantai Ngrenehan secara administratif termasuk ke dalam wilayah Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

D. Akses

Pantai Ngrenehan terletak kurang lebih 30 km Kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, atau sekitar 60 km di sebelah selatan Kota Yogyakarta. Untuk mencapai pantai ini, pengunjung dapat melalui dua jalur utama. Jalur yang pertama adalah Yogyakarta – Gading – Playen – Trowono – Pantai Ngrenehan. Jalur yang kedua adalah Yogyakarta – Kota Wonosari – Paliyan – Trowono – Pantai Ngrenehan. Kedua jalur ini merupakan jalur utama yang biasa digunakan wisatawan maupun masyarakat yang tinggal di daerah pantai.

Moda transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai Pantai Ngrenehan bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Hanya saja, jika menggunakan kendaraan umum, terutama yang beroda empat, pengunjung diantar hanya sampai di Trowono. Dari Trowono menuju ke lokasi pantai harus menggunakan ojek karena kendaraan umum beroda empat belum tersedia untuk jalur ini.

E. Tiket

Biaya tiket masuk ke kawasan Pantai Ngrenehan sebesar Rp 3.000,00. Harga tiket ini termasuk biaya masuk ke kawasan wisata Pantai Ngobaran karena satu jalur dengan Pantai Ngrenehan. Jadi, dengan hanya membayar Rp 3.000,00, pengunjung dapat menikamati pesona dua kawasan pantai sekaligus.

F. Akomodasi dan Fasilitas lainnya

Akomodasi dan fasilitas yang tersedia di kawasan Pantai Ngrenehan di antaranya adalah tempat ibadah (Masjid), Tempat Pelalangan Ikan (TPI), warung makan di sekitar pantai, kamar mandi umum, tempat parkir. Jika ingin membawa pulang oleh-oleh berupa ikan segar, pengunjung dapat mengunjungi tempat penjualan ikan yang menyajikan berbagai macam ikan laut seperti tongkol, tenggiri, kakap, pari, dan lain-lain.

Harganya pun cukup terjangkau dan bahkan masih bisa ditawar. Namun, sangat disayangkan, karena di kawasan pantai ini belum tersedia jaringan listrik dan penginapan sehingga hanya memungkinkan para wisatawan berkunjung ke pantai ini pada siang hari.

Kumpulan Gambar dari konten tentang Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta

Ada 6 foto di dalam Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta konten. Klik thumbnail dibawah ini untuk melihat semua 6 foto high-res.

Panorama Pantai Ngrenehan - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul YogyakartaKapal Nelayan Pantai Ngrenehan - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul YogyakartaWisata Pantai Ngrenehan - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul YogyakartaKeindahan Pantai Ngrenehan - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul YogyakartaPantai Ngrenehan Gunung Kidul - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul YogyakartaPantai Ngrenehan Yogyakarta - DIY Yogyakarta : Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta
Diposting pada 17 September 2013 - Oleh dian - Kategori DIY Yogyakarta.
Tag: baron, labuhan, akomodasi, Informasi Ngrenehan, Kidul, wisata pantai di yogyakarta, masakan .

Apa pendapatmu tentang Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta

Satu Komentar to “Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta”

  1. Istimewa

Tinggalkan Komentarmu soal Pantai Ngrenehan Gunung Kidul Yogyakarta Dibawah ini:

Artikel Terbaru:

Pantai Gapang Wisata Pantai Ba
Pantai Gapang di Kota Sabang, Pulau Weh, adalah salah satu pilihan wisata bahari ...

Pantai Kiluan, Suguhan Keindah
Teluk kiluan terletak di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kab Tanggamus, Lampung ...

Pantai Salira di Serang Banten
Dahulu banyak orang menyebut Pantai Salira Indah sebagai Marina Ancol-nya Banten. Karena pantai ...

Pantai Dalegan Panceng Gersik
Pantai ini terletak di desa Delegan Kecamatan Panceng dari Gresik kota berjarak sekitar ...

Gabung Yuk dengan Komunitas Pecinta Pantai Indonesia di FB, Klik Like:

Lokasi Pantai di Indonesia

Topik Populer

Pantai Populer

Pantai Marina, Batam – Kepulauan R
Pantai Pananjung dan Taman Wisata Alam (
Pantai Pasir Jambak, Padang – Sumatera
Gili Nanggu, Lombok Barat – NTB
Pantai Selat Baru, Bengkalis – Ria
Pantai Sabang nan Eksotis di Ujung Pulau
Pantai Batu Kerbuy, Madura – Jawa
Pantai Jamursba Medi, Sorong – jay

Indek Artikel : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Indek Gambar : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Semua artikel pada web ini adalah hak cipta dari pasirpantai.com, atau sumber lain yang dicantumkan.
Semua gambar, foto dan video pada web ini adalah hak cipta dari pemiliknya.