Pulau Asei, Jayapura – Papua

Rating: 82 out of 100, by 62 users
pulau asei - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papua

Seperti hal nya danau Toba yang mempunyai Pulau Samosir, maka danau Sentani pun demikian memiliki Pulau Asei namanya. Merupakan pulau yang menjadi salah satu tujuan utama dari setiap wisatawan yang datang ke tanah Papua.

Keindahan alam dan pesona budaya yang disuguhkan dari pulau ini dijamin akan membuat kagum bagi setiap mata yang memandangnya. Dapat dikatakan belumlah lengkap perjalanan anda di tanah Papua jika belum mengunjungi Pulau Asei.

Lokasi Dan Transportasi

Pulau Asei terletak di tengah Danau Sentani, yang merupakan Danau terbesar di tanah Papua. Secara geografis berada di kawasan lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops, Jayapura, Irian Jaya timur. Jika anda baru tiba di Bandara Sentani maka pulau ini pasti akan terlihat.

Tidaklah sulit untuk menuju ke pulau ini karena banyak angkutan alternatif yang bisa anda gunakan, baik dengan menggunakan angkot, ojek maupun dengan menyewa mobil. Jika anda berada di Bandara Sentani maka bisa menggunakan jasa taksi yang ada di Bandara.

Anda dapat menemukannya saat sudah keluar dari Bandara, biasanya mereka akan datang menawarkan jasa. Agar lebih hemat, jika anda datang berombongan, sebaiknya anda menyewa taksi tersebut.

Taksi disini adalah sejenis mobil pribadi seperti avanza, innova dan xenia. Cukup nyaman untuk anda sewa. Harga sewa untuk ke danau ini adalah sekitar Rp 250.000*) dengan memakan waktu perjalanan sekitar 20 menit. Namun jika anda datang sendirian dan ingin berhemat, maka jasa ojek dapat menjadi alternatifnya. Tarifnya sekitar Rp 80.000*) per orang dan yang pastinya perjalanan anda akan lebih cepat sampai.

Begitu pula jika anda berangkat dari kota Jayapura. Banyak pilihan angkutan yang bisa digunakan. Jika anda akan naik angkot, maka tarif normalnya sekitar Rp 2.500 – Rp 5.000*), alternatif lain anda dapat menggunakan jasa ojek, ongkosnya sekitar Rp 25.000*) untuk tiba di kawasan danau Sentani. Setibanya di danau ini anda dapat melanjutkan perjalanan dengan menyeberang danau menggunakan kapal boat dengan memakan waktu tempuh sekitar 15-30 menit.

Wisata

Selama dalam perjalanan menyeberang ke pulau ini, anda akan disuguhkan dengan pesona pemandangan alam sekitarnya yang nampak sangat sejuk dan asri. Pemandangan bawah air nya yang terkadang pula mampu membuat takjub mata yang memandang.

Kumpulan ikan-ikan yang berenang menambah cantiknya suasana tempat ini. Setibanya di Pulau ini pun anda akan disuguhkan dengan pemandangan rumah-rumah adat milik penduduk setempat. Masyarakatnya yang cukup ramah pun dijamin akan membuat anda betah berada di pulau ini.

Terdapat beberapa desa yang ada di Pulau ini, masing-masing desa memiliki budaya sukunya dan yang paling menonjol adalah dalam hal membuat kerajinan tangan. Kerajinan yang di buat dari desa ini sangat khas dengan Papua, yaitu lukisan dari kulit kayu yang sudah turun-temurun dibuat oleh masyarakat sekitar.

Biasanya lukisan dari kayu ini digunakan sebagai aksesoris pakaian adat mereka yang biasa digunakan oleh keluarga bangsawan. Lukisan ini memiliki motif khas yang sangat unik dan indah, biasanya bergambar tentang kisah pahlawan ataupun mitos-mitos kuno dari masyarakat setempat.

Budaya melukis kayu sempat menghilang lantaran masuknya budaya tekstil untuk pakaian. Pada masa itu, pengrajin Pulau Asei berubah haluan menjadi pengrajin tekstil. Kegiatan melukis kayu baru kembali marak pada 1971.

Kerajinan ini tidak akan anda temukan di tempat lain, untuk itulah setiap wisatawan yang datang kesini pasti akan mencari dan membeli lukisan di pulau Asei.

Terdapat berbagai motif, bentuk dan ukuran yang bisa anda temukan pada lukisan kulit kayunya. Hal ini dibuat oleh pengrajin dengan menyesuaikan kegunaannya, seperti misalnya untuk pajangan dinding, pembatas buku maupun dijadikan kartu pos.

Kampung Asei termasuk salah satu kampung tua di Sentani. Ia dihuni sekitar 300 penduduk, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Sejarah lukisan kulit kayu tersebut terbilang panjang. Dahulu, para warga, terutama bangsawan, mengenakan pakaian adat yang bahannya diperkaya oleh unsur kulit kayu. Nah, para pembuat pakaian biasa menggambar pada pakaian tersebut. Dari sinilah kerajinan melukis kulit kayu berkembang.

Apa yang digambar para pelukis sangat beragam – terutama di zaman sekarang. Dahulu motif tertentu hanya boleh dipakai pada pakaian seseorang dari kelas tertentu. Motif “fouw”, misalnya. Ia berbentuk spiral yang terinspirasi dari kandung kemih babi. Setelah babi mati, kandung kemih biasa dijadikan mainan anak-anak zaman dahulu, caranya dengan meniupnya seperti balon. Makna di balik motif Fouw adalah ikatan kebersamaan dalam keluarga. Motif itu hanya boleh dipakai para keluarga raja.

Kini, lukisan kulit kayu dapat ditemukan dalam berbagai motif, warna, bentuk dan ukuran. Misalnya, ada motif “yoniki” yang melambangkan kehidupan Sentani, hingga “rasyimrale” yang memiliki arti “pijakan raja”. Untuk warna, lukisan kulit kayu biasanya terdiri dari merah dan putih. Mereka membuat pewarna dari kapur dan sirih. Tetapi kini mereka bisa menambahkan warna kuning, hasil meramu dedaunan.

Untuk membuat sebuah lukisan kayu ternyata tidak mudah. Bahan yang diperlukan cukup banyak, lengkap dengan persiapan yang cukup rumit. Untuk bahan, jenis kulit kayu yang digunakan adalah kayu dari pohon khombouw.

Jika ingin mencoba membuat kerajinan ini, pertama-tama Anda harus mencari pohon khombouw yang batangnya berdiameter tak kurang dari 15 cm. Kemudian pohon ditebang untuk dikuliti.

panorama pulau asei - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papua
kerajinan khas pulau asei - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papua

Kulit bagian luar dikikis, untuk kemudian ditumbuk di atas batu dengan menggunakan besi. Usai proses penumbukkan, kulit bisa dibilas dan dibersihkan.

Langkah selanjutnya adalah mengeringkan kulit dengan cara dijemur. Baru, setelah kulit kayu mengering, para pengrajin mulai melukis dengan menggunakan kapur dan racikan pewarna dari daun dan getah. Biasanya pengrajin menggunakan kapur sebagai pewarna putih, arang untuk pewarna merah, dan bata merah untuk warna merah.

Lukisan kulit kayu pulau Asei sudah berkembang jauh dari akarnya. Para perajin tak hanya memberdayakan kemampuan mereka dalam pakaian adat, tetapi membuat cenderamata. Bentuknya macam-macam, mulai dari pembatas buku, kartu pos kulit kayu, hingga lembaran-lembaran besar yang bisa dibingkai untuk penghias dinding. Semua itu dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp5.000 – Rp75.000

Tips

1. Berhati-hatilah saat hendak menyebrang danau, selalu pergunakan alat keselamatan dan ikuti instruksi dari nahkoda boat tersebut. Jagalah anak-anak anda jika turut serta dalam penyeberangan. Jika semua sudah dilakukan maka penyeberangan dijamin akan menyenangkan.

2. Jika anda tidak tahan dengan cuaca yang panas maka bawalah penutup kepala seperti topi dan jangan lupa bawalah sunblock agar kulit anda tidak terbakar.

3. Hormatilah kearifan lokal yang berlaku di desa setempat. Hal ini akan membuat anda nyaman dan diterima oleh masyarakat sekitarnya.

4. Persiapkan uang lebih jika anda hendak bermalam di pulau ini karena penginapan disini cukup mahal. Begitu pula jika anda hendak membeli oleh-oleh khas dari desa pulau tersebut. Selalu hitung pengeluaran anda, jangan sampai anda kehabisan ongkos karena keasikan belanja oleh-oleh di tempat ini.

5. Sempatkan diri anda untuk berkeliling ke beberapa desa yang ada di pulau ini karena ada banyak kebudayaan lain di desa yang sangat sayang untuk dilewatkan.

 

Galeri dari posting tentang Pulau Asei, Jayapura – Papua

Ada 6 potret di dalam Pulau Asei, Jayapura – Papua posting. Klik thumbnail dibawah ini untuk melihat semua 6 potret high-res.

pemandangan di pulau asei - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papuapulau asei   jayapura - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papuapulau asei - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papuakerajinan khas pulau asei - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papualukisan kayu khas pulau asei - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papuapanorama pulau asei - Papua : Pulau Asei, Jayapura – Papua

Apa pendapatmu tentang Pulau Asei, Jayapura – Papua

Tinggalkan Komentarmu soal Pulau Asei, Jayapura – Papua Dibawah ini:

Artikel Terbaru:

pantai Kamali, Bau Bau –
Hampir di setiap kota besar selalu terdapat alun-alun yang menjadi pusat hiburan warga ...

Palm Beach (Taman Impian Pasir
Palm Beach dahulu dikenal Taman Impian Pasir Panjang yang letaknya bersebelahan dengan Taman ...

Pantai Namalatu, Ambon –
Sejumlah objek wisata pantai di Kota dan Pulau Ambon dimanfaatkan umat Kristiani sebagai ...

Pantai Congot di muara Sungai
Jajaran pesisir Pantai Selatan Yogyakarta memang menawarkan sajian wisata bahari yang mengagumkan. Potensi ...

Gabung Yuk dengan Komunitas Pecinta Pantai Indonesia di FB, Klik Like:

Lokasi Pantai di Indonesia

Topik Populer

Pantai Populer

Pantai Labu Pade, Sumbawa – NTB
Gili Kondo, Lombok – NTB
Pantai Purnama, Gianyar – Bali
Pantai Bozihona, Nias – Sumatera U
Pantai Tasik Ria, Manado – Sulawesi Ut
Gili Trawangan, Lombok
Pantai Pandansimo Bantul Yogyakarta
Pantai Werur, Sorong – Papua

Indek Artikel : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Indek Gambar : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Semua artikel pada web ini adalah hak cipta dari pasirpantai.com, atau sumber lain yang dicantumkan.
Semua gambar, foto dan video pada web ini adalah hak cipta dari pemiliknya.